EtIndonesia.com Sebaiknya jangan minum minuman yang sudah dibiarkan semalaman. Peneliti Jepang menemukan bahwa air atau minuman yang telah bersentuhan dengan mulut mengalami peningkatan jumlah bakteri hampir 2 kali lipat. Selain itu, semakin manis suatu minuman, semakin banyak bakteri yang berkembang setelah dibiarkan semalaman.
Dalam program televisi Jepang “Getsuyō Yoru Fukashi”, para peneliti melakukan sebuah pengujian. Dalam kondisi panas dan lembap yang mensimulasikan suasana musim panas (suhu ruangan 28°C dan kelembapan relatif 70%), peserta diminta minum air kemasan langsung dari botol, kemudian botol tersebut dibiarkan selama 24 jam.
Data menunjukkan bahwa sebelum terkena air liur, jumlah bakteri Staphylococcus aureus (Staphylococcus aureus) di dalam botol sekitar 600 bakteri. Setelah bersentuhan dengan mulut dan dibiarkan semalaman, jumlahnya meningkat drastis menjadi sekitar 1.100 bakteri, atau hampir 2 kali lipat.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa ketika bakteri dari mulut masuk ke dalam botol air, pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri dapat berlangsung lebih cepat. Selain itu, semakin manis minumannya, semakin banyak bakteri yang berkembang setelah dibiarkan semalaman.
Berdasarkan hasil pengujian, jumlah bakteri pada berbagai minuman setelah dibiarkan semalaman adalah sebagai berikut:
- Kopi susu: sekitar 5.175.900 bakteri — tertinggi.
- Jus jeruk: sekitar 2.503.900 bakteri — peringkat kedua.
- Coca-Cola: sekitar 2.493.800 bakteri — peringkat ketiga.
- Teh barley: sekitar 3.700 bakteri.
- Air putih: sekitar 1.100 bakteri — jumlah paling rendah.
Para peneliti mengingatkan bahwa kontaminasi mikroorganisme pada minuman dan gelas terutama berasal dari mikroorganisme yang terdapat dalam air liur dan pada bibir.
Untuk mencegah pertumbuhan bakteri dengan cepat, disarankan untuk:
- Hindari menyentuhkan bibir langsung ke mulut botol.
- Tuangkan minuman ke dalam wadah yang bersih sebelum diminum.
- Hindari air liur masuk kembali ke dalam botol karena dapat mencemari minuman.
- Segera simpan minuman di dalam lemari es untuk memperlambat metabolisme dan perkembangbiakan mikroorganisme.
Dengan demikian, keamanan minuman dapat lebih terjaga.
Sumber : NTDTV.com






Komentar (0)