Dicegat ke Bundaran HI, Massa BEM UI Sempat Saling Dorong dengan Polisi

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) sempat terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian di depan Gedung UOB, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.

Gesekan itu tak terelakkan setelah massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tertahan karena adanya blokade dari aparat di lokasi.

Massa mahasiswa memaksa agar akses jalan menuju Bundaran HI dibuka. Sementara petugas kepolisian terus melakukan blokade dengan membentuk barikade.

Baca juga: Siapa yang Terganggu Aksi Kami? Massa BEM UI Berdebat dengan Kapolres Jakpus

Sementara itu, arus lalu lintas di lokasi terpantau mengalami kemacetan.

Hingga pukul 14.50 WIB, gesekan antara petugas polisi dengan massa mahasiswa UI masih terjadi di lokasi, tepatnya di depan Gedung UOB Plaza, Jalan MH Thamrin.

Massa BEM UI terus mendesak agar akses jalan dibuka sembari menyampaikan kritik terhadap pemerintah dengan cara berorasi.

Baca juga: Massa BEM UI Dicegat Barikade Polisi Saat Hendak Menuju Bundaran HI

Sebagai informasi, BEM UI membawa delapan tuntutan dalam aksi mereka hari ini.

Tuntutan tersebut mencakup persoalan ekonomi, korupsi, reforma agraria, kebijakan pemerintah, hingga keterlibatan aparat dalam ruang sipil.

Berikut delapan tuntutan yang disuarakan mahasiswa:

Baca juga: Debat Panas Kapolres Jaksel Vs Mahasiswa UI: Jangan Demo di Bundaran HI!

1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.

2. Menghentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

3. Mewujudkan reforma agraria sejati.

4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

5. Mengevaluasi total PSN serta menghentikan MBG dan KDMP.

6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.

7. Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

8. Menghentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Neeltje Deliana, Paskibraka asal Papua Pembawa Baki Penurunan Bendera di Istana, Sempat Gugup tapi Bangga
• 4 jam lalu
0
thumb
Kemenhut Gagalkan Penyelundupan Biawak ke Seoul, WN Korea Jadi Tersangka
• 12 jam lalu
0
thumb
Warna-warni Pakaian Adat Hiasi Upacara HUT ke-81 RI di Abu Dhabi
• 15 jam lalu
0
thumb
Di Balik Riuh Pesta Rakyat di Monas, Posko Medis Sibuk Tangani Pengunjung
• 22 jam lalu
0
thumb
Terkuak Alasan Provinsi NTT Rawan Terjadi Gempa Bumi, Ahli Ingatkan Perlu Bangunan Berstruktur Kuat sampai Edukasi Warga
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.