Tinjau Lokasi Gempa di Manggarai Timur, Mendagri Minta Segera Susun Data Kerusakan

eranasional.com
9 jam lalu
Cover Berita

Borong, ERANASIONAL.COM – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendesak seluruh pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk segera mempercepat proses pendataan tempat ibadah dan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi belakangan ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito setelah meninjau secara langsung salah satu bangunan masjid yang runtuh di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Senin, 17 Agustus.

Hasil pendataan mengenai tingkat kerusakan kedua jenis fasilitas tersebut akan menjadi dasar bagi kementerian-kementerian terkait untuk segera mengambil langkah penanganan, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dalam hal pendidikan serta pelayanan keagamaan dapat terpenuhi dengan baik.

“Bapak Bupati, saya mohon agar sekolah-sekolah dan rumah ibadah segera didata. Catat berapa jumlah Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, hingga Pendidikan Anak Usia Dini. Selanjutnya, kelompokkan berdasarkan tingkat kerusakannya, apakah ringan, sedang, atau berat. Semakin cepat pendataan ini selesai dilakukan, semakin cepat pula kita dapat menindaklanjutinya,” ujar Tito.

Berdasarkan pengalaman yang pernah ada, Tito menyebutkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah termasuk instansi yang sangat tangkas dalam menangani masalah pendidikan di daerah yang terkena dampak bencana.

Di hadapan warga, Tito turut mengemukakan pengalaman pascabencana tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pada saat itu, tercatat sebanyak 4.922 unit bangunan sekolah mengalami kerusakan. Namun hingga saat ini, hampir seluruh bangunan tersebut telah menjalani pemulihan dan pembangunan kembali.

“Di wilayah Sumatera dahulu tercatat 4.922 sekolah rusak. Sebagian besar sekitar 80 hingga 90 persen, kini sudah kembali berfungsi berkat proses pemulihan dan pembangunan ulang yang berjalan lancar,” jelasnya.

Mengingat pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat, Tito memastikan pemerintah pusat memberikan perhatian penuh agar kegiatan belajar para siswa di daerah terdampak tetap berjalan tanpa terputus.

Apabila bangunan sekolah mengalami kerusakan berat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah siap mengirimkan tenda darurat selagi proses perbaikan bangunan sedang dikerjakan.

“Hal yang paling utama adalah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Terkait hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan segala keperluannya, mulai dari tenda darurat, kursi lipat, hingga perlengkapan lainnya agar proses pendidikan tidak terhenti,” tambah Menteri Dalam Negeri.

Setelah berkeliling dan berkomunikasi langsung dengan para penyintas di posko pengungsian, Tito juga menyempatkan diri meninjau Sekolah Menengah Pertama Abdurrahman Wahid, salah satu satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat di Kecamatan Lamba Leda Utara.

Di sekolah yang terletak di kawasan pesisir utara Kabupaten Manggarai Timur tersebut, ia turut menyerahkan bantuan berupa sumbangan pribadinya secara langsung kepada pengurus sekolah. []


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hari Ketiga Pascagempa Magnitudo 7,7 di NTT, Gempa Susulan Mencapai 1.576 Kali
• 3 jam lalu
0
thumb
Perempuan-perempuan di Balik Layanan Kesehatan Ujung Timur Papua
• 8 jam lalu
0
thumb
Intip Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian Hari Ini
• 13 jam lalu
0
thumb
Prabowo Usul Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, Namanya Masih Rahasia
• 11 jam lalu
0
thumb
YouTube Ubah Cara Menghitung View Mulai 24 Agustus, Ini Dampaknya untuk Kreator
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.