CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Cuaca panas tidak hanya membuat tubuh terasa gerah. Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat sehingga kebutuhan untuk menjaga asupan cairan ikut bertambah.
Minum air putih tetap menjadi cara utama untuk menjaga hidrasi. Namun, makanan dengan kandungan air tinggi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.
Mengutip Harvard Health Publishing, sejumlah buah seperti semangka dan stroberi memiliki kandungan air sekitar 90 persen atau lebih. Makanan kaya air tersebut dapat berkontribusi terhadap asupan cairan tubuh, terutama ketika dikonsumsi dalam kondisi cuaca hangat.
Selain air, buah juga menyediakan kalium, vitamin C, serat, serta berbagai senyawa antioksidan. Kombinasi tersebut membuat buah menjadi pilihan camilan yang menyegarkan sekaligus bernutrisi.
Berikut lima jenis buah yang layak dipertimbangkan saat cuaca panas.
1. Semangka
Semangka bisa dibilang sebagai salah satu buah yang paling identik dengan cuaca panas. Alasannya bukan sekadar karena rasanya yang menyegarkan, tetapi juga karena sebagian besar kandungannya berupa air.
Melansir Cleveland Clinic, semangka mengandung sekitar 91 persen air. Kandungan tersebut membuat semangka dapat membantu menambah asupan cairan dari makanan. Buah ini juga mengandung likopen, yaitu senyawa antioksidan yang memberikan warna merah pada daging semangka.
Harvard Health juga mencatat bahwa buah-buahan dengan kandungan air tinggi, termasuk semangka, dapat membantu memenuhi asupan cairan selama musim panas.
Secara ilmiah, air dalam semangka memang tidak menggantikan fungsi air putih sepenuhnya. Namun, kandungan cairannya dapat menjadi tambahan, terutama ketika buah tersebut dikonsumsi sebagai camilan di tengah aktivitas.
Cara mengonsumsinya: potong semangka dalam kondisi dingin dan konsumsi langsung. Hindari menambahkan terlalu banyak gula atau sirup agar manfaat nutrisinya tidak berubah menjadi camilan tinggi gula.
2. Stroberi
Ukurannya kecil, tetapi stroberi termasuk buah yang menarik untuk dikonsumsi ketika udara sedang panas.
Menurut Harvard Health Publishing, stroberi termasuk kelompok makanan yang memiliki kandungan air sekitar 90 hingga 100 persen. Artinya, buah ini dapat memberikan kontribusi terhadap asupan cairan sekaligus menyediakan serat dan senyawa fitonutrien.
Stroberi juga merupakan sumber vitamin C. Data dari National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements menunjukkan bahwa setengah cangkir stroberi segar yang diiris mengandung sekitar 49 miligram vitamin C. Vitamin C berperan sebagai antioksidan dan dibutuhkan tubuh untuk pembentukan kolagen serta fungsi normal sistem imun.
Kombinasi air dan vitamin C membuat stroberi cocok dijadikan camilan ringan saat cuaca panas.
Cara mengonsumsinya: stroberi dapat dimakan langsung setelah dicuci, dicampurkan ke yoghurt tawar, atau dibuat menjadi salad buah tanpa tambahan gula berlebihan.
3. Jeruk
Jeruk menawarkan dua hal yang dibutuhkan saat hari terasa panas: kandungan air dan sejumlah mikronutrien penting.
Harvard Health mencatat bahwa jeruk memiliki kandungan air sekitar 80 hingga 90 persen. Buah ini juga menyediakan kalium dan vitamin C.
Sementara itu, NIH menyebut satu buah jeruk berukuran sedang mengandung sekitar 70 miligram vitamin C. Vitamin tersebut termasuk antioksidan dan memiliki peran penting dalam menjaga jaringan tubuh serta mendukung fungsi kekebalan tubuh.
Jeruk juga mengandung kalium. Mineral ini penting dalam menjaga fungsi normal sel, saraf, dan kontraksi otot. Menurut NIH, kalium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam sel serta berhubungan dengan kerja natrium dalam mengatur volume cairan tubuh.
Karena itu, jeruk dapat menjadi pilihan camilan setelah beraktivitas di luar ruangan.
Cara mengonsumsinya: pilih buah jeruk utuh dibandingkan minuman jeruk yang telah diberi banyak gula. Mengonsumsi buah secara utuh juga memberikan serat yang lebih baik dibandingkan hanya meminum sarinya.
4. Melon
Melon memiliki tekstur yang lembut, rasa manis, dan kandungan air tinggi sehingga cocok dikonsumsi dalam kondisi cuaca panas.
Mengutip Harvard Health Publishing, melon termasuk buah yang memiliki kandungan air tinggi. Satu cangkir melon potong juga relatif rendah kalori, sehingga dapat menjadi alternatif makanan ringan ketika tubuh menginginkan sesuatu yang manis dan menyegarkan.
Melon juga memiliki kandungan vitamin C. Data NIH menunjukkan setengah cangkir cantaloupe mengandung sekitar 29 miligram vitamin C.
Selain itu, beberapa jenis melon mengandung kalium. Mineral tersebut penting untuk fungsi saraf dan otot serta keseimbangan cairan pada tingkat sel.
Dengan kandungan air, vitamin, dan mineral tersebut, melon dapat menjadi pilihan praktis untuk membantu memenuhi asupan cairan dari makanan.
Cara mengonsumsinya: simpan melon di lemari pendingin sebelum dimakan. Potong secukupnya dan segera konsumsi agar kualitas buah tetap terjaga.
5. Kiwi
Kiwi mungkin tidak seterkenal semangka atau melon sebagai buah penyegar saat cuaca panas. Namun, buah berwarna hijau ini memiliki keunggulan dari sisi kandungan vitamin dan mineral.
Menurut Harvard Health Publishing, satu buah kiwi menyediakan sekitar 80 persen kebutuhan vitamin C harian orang dewasa. Kiwi juga mengandung serat, kalium, dan vitamin K.
Data NIH memberikan angka yang sejalan: satu kiwi berukuran sedang mengandung sekitar 64 miligram vitamin C.
Vitamin C diperlukan untuk pembentukan kolagen, membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati, serta berfungsi sebagai antioksidan. Sementara kalium berperan dalam fungsi saraf dan otot serta keseimbangan cairan tubuh.
Kiwi memang tidak memiliki kandungan air setinggi semangka, tetapi kandungan vitamin C dan mineralnya membuat buah ini menarik untuk melengkapi pilihan buah selama cuaca panas.
Cara mengonsumsinya: kiwi bisa dimakan langsung, dicampur dengan yoghurt, atau dipadukan dengan stroberi dan melon menjadi salad buah.
Sumber: Harvard Health/ Cleveland Clinic





Komentar (0)