Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meresmikan halaman di depan Gedung Sate yang baru selesai dipugar. Halaman yang disatukan dengan Lapangan Gasibu tersebut diberi nama Pasanggrahan Pancarasa.
Dedi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), mengatakan halaman tersebut akan berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan dibuka untuk publik.
KDM menjelaskan pemilihan nama "Pasanggrahan" karena kata tersebut bermakna tempat berkumpul. Sementara, pemilihan "Pancarasa" bermakna filosofis lima indra manusia.
"Pancarasa artinya kita punya lima rasa: punya mata harus melihat, punya telinga mendengar, hidung menghisap, lidah berucap, dan punya hati harus ikhlas. Ini resmi dibuka untuk masyarakat per hari ini," ujar Dedi Mulyadi dikutip dari Antara, Selasa (18/8).ang dan sampahnya tidak diperhatikan. Ini problem yang harus kita merdekakan," tutur Dedi menambahkan.
Penataan Gedung Sate Bandung dilaksanakan mulai pertengahan April 2026 dan selesai pada pertengahan Agustus 2026 ini, dengan membuat halaman Gedung Sate bersatu dengan Lapangan Gasibu di depannya.
Proyek yang menelan biaya hingga Rp15 miliar ini mengubah Jalan Diponegoro menjadi satu dengan Gedung Sate dan Gasibu. Pemprov juga membuat jalan baru yang mengelilingi Lapangan Gasibu dan tak sedikit pohon yang terdampak karenanya.





Komentar (0)