Di sebuah gang asri di Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, suasana perayaan HUT 81 RI berlangsung meriah pada Senin (17/8). Di tengah riuh perlombaan warga, sosok Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, ikut hadir.
Pantauan kumparan, rangkaian lomba digelar warga mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB. Mulai dari lomba masak keluarga yang diikuti setiap keluarga, lomba lompat tali, hingga permainan melempar bola ke tiga nampan berisi sembako.
Sembari menunggu kedatangan Marc, warga melaksanakan makan siang bersama. Suasana pun semakin meriah ketika sejumlah warga bergantian berkaraoke.
Marc bersama istri, Yvonne, dan keluarganya tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangannya langsung menarik perhatian warga yang tengah mengikuti rangkaian perayaan HUT RI.
Saat berada di lokasi, Marc memberikan suvenir dari Istana Kepresidenan kepada warga. Suvenir tersebut berisi karet panjang yang kemudian digunakan untuk permainan lompat tali.
Marc bersama keluarganya juga ikut bermain bersama warga. Dia bahkan membawa kue stroopwafel dari Belanda untuk dibagikan dalam perayaan tersebut.
Marc mengungkap, kedatangannya merupakan keinginannya sendiri. Setelah mengikuti seremoni kemerdekaan yang formal di Istana, dia ingin melihat langsung bagaimana masyarakat Indonesia merayakan kemerdekaan.
“Kemerdekaan adalah tentang rakyat Indonesia, jadi saya benar-benar ingin pada hari ini juga pergi ke sebuah kampung untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan melihat bagaimana mereka merayakannya,” kata Marc saat ditemui.
Marc mengaku awalnya tidak tahu apa yang akan ditemuinya di Malaka Jaya. Namun, dia justru terkesan dengan berbagai upaya warga menjaga lingkungan setempat.
“Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya harapkan. Saya tahu ini adalah sebuah kampung yang bekerja sangat keras untuk menjadi berkelanjutan. Namun, cara mereka melakukannya benar-benar mengesankan karena banyak pemikiran di baliknya dan semuanya merupakan solusi yang sangat sederhana,” ujar Marc.
Marc menyebut warga Malaka Jaya berupaya menjalankan kehidupan yang selaras dengan alam. Hal itu terlihat dari berbagai sistem yang dikembangkan warga, mulai dari pengolahan sampah, bank sampah, maggot farm, kompos, budidaya ikan dan ayam, hingga kebun dan greenhouse.
“Kampung Malaka Jaya adalah tempat di mana mereka selaras dengan alam, mereka benar-benar berusaha hidup dengan cara menggunakan kembali sisa makanan, memastikan ada sayuran segar dan daging segar untuk semua orang, terutama anak-anak dan orang lanjut usia, serta tidak memberikan tekanan besar terhadap alam,” tutur dia.
Warga Antusias MenyambutDi sisi lain, Ketua RT 08/RW 04 Malaka Jaya, Taufik Supriadi, dengan antusias menyambut kedatangan Marc. Dia mengatakan kunjungan tersebut menunjukkan perhatian sang dubes terhadap upaya warganya dalam menjaga lingkungan.
“Kami menyambut baik kedatangan Mr Marc, Duta Besar Belanda untuk Indonesia datang ke tempat ini melihat bagaimana kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Terima kasih Mr Marc dan Pak Eko Lurah. Kami mendukung apa yang beliau sampaikan bahwa kita menjaga sustainability (keberlanjutan), kemudian menjaga lingkungan tetap lestari, dan juga kita empower people (pemberdayaan warga),” kata Taufik.
Taufik menilai, Marc datang bukan hanya untuk melihat perayaan kemerdekaan, tetapi juga perubahan perilaku warga dalam menjaga lingkungan.
“Jadi kami mengapresiasi beliau datang ke sini melihat kita, bukan untuk melihat kegiatannya, tetapi melihat perubahan perilaku mereka. Inilah hebatnya Mr Marc, matanya banyak, begitu melihat kita bergerak menjaga bumi, beliau melihat bahwa kita kemudian commit menjaga lewat hal-hal sehari-hari, sehingga beliau berkenan datang ke sini,” tutur Taufik.
Menurut Marc, sistem yang dibangun warga Malaka Jaya menarik perhatian internasional, termasuk dari Belanda.
“Ini adalah sistem sirkular yang mereka rancang di sini. Ini sesuatu yang menarik perhatian internasional, setidaknya dari Belanda. Kami tertarik untuk melihat bagaimana ini berjalan dan kami benar-benar terkesan dengan warga Malaka Jaya,” ungkap Marc.
Dia juga terkesan dengan keterlibatan seluruh warga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Ini dipikirkan dengan sangat baik dan didukung oleh seluruh kampung. Semua orang ikut terlibat, semua orang yang tinggal di sini antusias terhadapnya, mendukungnya, dan mempertahankannya,” lanjutnya.
Di tengah mengikuti rangkaian kegiatan warga, Marc juga menemukan kemiripan sejumlah permainan 17-an dengan permainan yang pernah ada di Belanda.
“Ada beberapa kemiripan yang sangat mencolok dan saya pikir itu berasal dari sejarah yang sama,” kata Marc.
Dia mencontohkan lomba makan kerupuk yang menurutnya memiliki kemiripan dengan permainan koekhappen di Belanda.
“Jadi kami juga punya koekhappen. Bukan dengan kerupuk, tetapi dengan kue,” bebernya.
Sementara itu, Lurah Malaka Jaya, Eko Purnomo, membenarkan kedatangan Marc ke wilayahnya memang atas keinginan sang dubes sendiri.
“Oh ya, kami hanya ingin mengucapkan terima kasih, Mr. Marc, atas kunjungannya ke Malaka Jaya. Dan benar yang disampaikan oleh Pak RT, Mr. Marc ke sini memang atas keinginan beliau sendiri. Dan sekali lagi, terima kasih banyak atas kunjungannya ke Malaka Jaya,” ucap Eko.
Dalam kesempatan itu, Eko mengajak warga Malaka Jaya melakukan perubahan dari hal-hal kecil untuk menjaga lingkungan.
“Untuk masyarakat Malaka Jaya, lakukanlah perubahan-perubahan kecil sehingga nanti itu bisa menjaga yang lebih besar,” terang dia.






Komentar (0)