Pedagang Sparepart Motor Kebon Jeruk 3 Pilih Toko Fisik, Enggan Ikut Marketplace

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Toko sparepart motor di Jalan Kebon Jeruk (Bonjer) Tiga rupanya mulai mengalami penurunan jumlah pembeli akibat maraknya penjualan lewat marketplace. Namun sejumlah pedagang masih mempertahankan penjualan secara langsung di toko karena dianggap punya beberapa kelebihan.

Salah satunya Aneka Sakti yang tidak ikut membuka penjualan melalui platform online. Pemilik toko, Ignes, mengungkapkan bahwa menjual suku cadang secara daring justru membuat proses operasional menjadi lebih rumit.

“Kita tidak mau jual online karena ribet harus kemas lagi. Di sini juga ada karyawan, takut nanti ada kesalahan. Kami fokus jualan secara langsung saja,” kata Ignes saat dijumpai di Jakarta Barat, Jumat (14/8).

Ia menjelaskan, bisnis onderdil motor memiliki tantangan tersendiri untuk dijual secara daring. Konsumen perlu memastikan barang yang dibeli sesuai dengan tipe motornya. Perbedaan kecil saja pada tipe kendaraan bisa membuat sebuah komponen tidak dapat dipasang.

Sparepart itu tidak gampang, beda sedikit saja tidak bisa dipakai. Orang masih perlu datang ke sini untuk lihat dan mencocokkan tipenya. Ada orang yang tidak mau online karena takut barangnya tidak benar. Kalau beli di toko, dia lebih yakin karena bisa lihat barangnya langsung," jelasnya.

Adapun, faktor harga menjadi salah satu alasan konsumen beralih ke marketplace. Ignes menyebut perbedaan harga di toko fisik dan online kadang cukup sulit untuk diikuti sebab penjual toko memiliki perhitungan modal dan keuntungan sendiri.

“Kadang online bisa lebih murah banyak, padahal kami tahu modalnya berapa. Kami tidak mungkin jual di bawah modal,” imbuhnya singkat.

Keberadaan toko fisik nyatanya masih memberikan kepercayaan untuk sebagian konsumen yang khawatir ketika belanja daring. Ignes berkata, ada pelanggan yang tetap memilih datang ke tokonya karena sudah mengenal barang dan penjualnya.

Di sisi lain, Aneka Sakti juga turut memberi ruang bagi warga sekitar untuk mencari penghasilan melalui jasa pemasangan sparepart di depan toko. Jasa ini dikelola secara mandiri oleh warga dan tidak menjadi bagian dari bisnis Aneka Sakti.

"Jasa pasang di depan toko itu bukan punya kami, itu orang luar. Kami tidak termasuk pasang, hanya jual saja. Kami kasih dia nongkrong di sini untuk cari nafkah, kami tidak ambil persenan. Kalau belanja di sini boleh pakai jasa pasang di depan boleh tidak, kami tidak mengikat," jelas Ignes.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Piala Panglima TNI Jadi Ruang Kompetisi bagi Atlet Domino dari Berbagai Daerah
• 11 jam lalu
0
thumb
Aceh Minta Kepastian: Bendera Bulan Bintang Sebenarnya Boleh Dinaikkan Atau Tidak?
• 17 jam lalu
0
thumb
Neeltje Deliana, Paskibraka asal Papua Pembawa Baki Penurunan Bendera di Istana, Sempat Gugup tapi Bangga
• 49 menit lalu
0
thumb
Siapkan Mahasiswa Hadapi Transisi Akademik, FK UNM Perdalam Pembekalan Model Pembelajaran VARK
• 14 jam lalu
0
thumb
Daftar Negara Asia Penerima Dana Fantastis FIVB: Timnas Voli Putri Indonesia Dapat Suntikan Nyaris Rp1 Miliar
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.