Ada Dua Hal Ancam Ambisi AI di Sektor Kesehatan, Apa Aja?

medcom.id
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Laporan riset terbaru bertajuk The Data Readiness Index 2026 yang dirilis oleh Cloudera menyebutkan ambisi besar mengadopsi AI untuk sektor kesehatan terancam oleh kesenjangan krusial dalam hal akses, tata kelola data, serta kinerja infrastruktur yang belum memadai.
 
Sebagai sektor yang sedang gencar melakukan transformasi digital, organisasi layanan kesehatan kini dituntut untuk mengelola volume data klinis, operasional, dan data pasien yang terus melonjak di lingkungan yang semakin terdistribusi.
 
Di satu sisi, teknologi AI dinilai sangat krusial untuk mendongkrak kualitas perawatan pasien, menekan biaya operasional, menyederhanakan birokrasi administrasi, serta menghadirkan layanan medis yang lebih personal. Namun, banyak institusi kesehatan yang belum memiliki fondasi tata kelola data yang matang untuk mengoperasikannya secara masif.

Kondisi ini juga menjadi cerminan nyata di Indonesia. Sektor kesehatan telah ditetapkan sebagai salah satu pilar prioritas dalam Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020–2045. Kementerian Kesehatan RI sendiri telah menekankan bahwa pemanfaatan AI memiliki potensi raksasa untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh.
 
Bahkan sejak tahun 2023, Indonesia telah aktif mengintegrasikan AI untuk membantu mendeteksi dini berbagai penyakit kritis, seperti tuberkulosis (TB), kanker paru-paru, hingga stroke. Kendati demikian, efisiensi teknologi ini tidak akan mencapai puncaknya tanpa dukungan tata kelola data yang kokoh, regulasi yang adaptif, serta kepatuhan ketat terhadap standar etika. Tantangan regulasi dan infrastruktur inilah yang saat ini masih membayangi organisasi kesehatan di skala global.
 
Riset Cloudera mengungkapkan sebuah anomali: sebanyak 87% responden dari sektor kesehatan mengaku tahu pasti di mana data mereka disimpan. Namun, mayoritas dari mereka tetap terseok-seok saat harus mengintegrasikan dan mengoperasionalkan data tepercaya tersebut dalam skala besar. Sekitar 28% organisasi kesehatan secara blak-blakan menyatakan bahwa keterbatasan kinerja infrastruktur telah menjadi batu sandungan yang konsisten dalam menghambat inisiatif operasional mereka.
 
Meski dihantam berbagai kendala, arus investasi tidak menyusut. Organisasi layanan kesehatan terpantau tetap agresif mengucurkan dana demi mendongkrak kesiapan AI dan memodernisasi infrastruktur data mereka. Kunci keberhasilan implementasi ini kini bergeser pada kemampuan komputasi modern, yaitu membawa teknologi AI langsung ke lokasi di mana data itu berada, bukan sebaliknya. Langkah ini dinilai paling aman untuk menghasilkan analisis mendalam (insight) di lingkungan terdistribusi tanpa mengorbankan privasi dan kepatuhan hukum.
 
Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia untuk Cloudera, menggarisbawahi kompleksitas yang dihadapi oleh industri medis di tanah air. Menurutnya, organisasi kesehatan di Indonesia mengelola mahadata pasien yang tidak hanya sensitif, tetapi juga tersebar di berbagai platform.
 
"Memindahkan data layanan kesehatan dalam jumlah besar yang diatur oleh regulasi ketat ke dalam satu lingkungan public cloud sering kali tidak praktis, mahal, dan rumit," ujar Sherlie. Ia menambahkan bahwa pada lingkungan medis yang bersifat vital, hambatan infrastruktur data tidak boleh dibiarkan menjegal inovasi yang sebenarnya mampu menyelamatkan nyawa manusia.
 
Sebagai solusi untuk mentransformasi lanskap medis Indonesia, Cloudera menawarkan pendekatan baru: ketimbang memindahkan data pasien yang berisiko ke sistem AI, industri harus menghadirkan teknologi AI langsung ke tempat data itu dikelola secara aman—baik di cloud, pusat data (on-premises), maupun di jaringan edge.
 
Laporan The Data Readiness Index 2026 ini menjadi peringatan penting bagi pemangku kebijakan dan pelaku industri kesehatan global maupun nasional bahwa adopsi AI bukan sekadar urusan kecanggihan perangkat lunak, melainkan kesiapan ekosistem data yang aman dan terintegrasi.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Massa BEM UI Dicegat Barikade Polisi Saat Hendak Menuju Bundaran HI
• 1 jam lalu
0
thumb
Gunung Anak Krakatau Erupsi 2 Kali Malam Ini, Masyarakat Diminta Tak Mendekat
• 17 jam lalu
0
thumb
Human Initiative Kirim Bantuan Darurat untuk Warga Nagekeo NTT
• 8 jam lalu
0
thumb
Usia 40 Jadi Titik Balik, 4 Shio Ini Diprediksi Makin Makmur, Sukses dan Kaya Raya
• 9 jam lalu
0
thumb
PNM perluas partisipasi usaha ultra mikro dalam pertumbuhan ekonomi
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.