Jakarta (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperluas partisipasi pengusaha ultra mikro dalam aktivitas ekonomi melalui pembiayaan dan pendampingan usaha agar pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi pada pelaku ekonomi berskala besar.
"Kemerdekaan bukan hanya tentang seberapa jauh Indonesia tumbuh, tetapi tentang seberapa banyak rakyat yang ikut tumbuh bersama Indonesia," kata Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi perlu memberikan ruang yang semakin luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan produktif.
Menurut dia, jutaan usaha berskala kecil yang tumbuh di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk aktivitas ekonomi lokal.
Seperti warung, usaha kuliner, perdagangan kebutuhan sehari-hari, hingga berbagai bisnis berbasis rumah tangga menciptakan perputaran uang yang berlangsung setiap hari di lingkungan masyarakat.
"Karena itu, ketika kita mendampingi ibu-ibu nasabah PNM Mekaar, yang kita bangun bukan hanya usahanya, tetapi juga harapan dan masa depan keluarganya," ujarnya.
Menurut Sunar, besarnya kontribusi usaha ultra mikro tidak selalu tercermin dari skala masing-masing usaha. Nilai ekonominya justru terbentuk dari banyaknya masyarakat yang menjalankan kegiatan produktif dan perputaran ekonomi yang mereka ciptakan secara kolektif.
Aktivitas tersebut menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang. Pendapatan dari usaha kembali digunakan untuk membeli bahan baku, membayar kebutuhan rumah tangga, menggunakan jasa di lingkungan sekitar, hingga membiayai pendidikan. Perputaran inilah yang membuat aktivitas usaha ultra mikro memiliki keterkaitan langsung dengan ekonomi masyarakat.
"Banyak ibu yang mungkin tidak berbicara tentang ekonomi nasional. Tetapi dari usaha kecil yang mereka jalankan, ekonomi Indonesia sebenarnya bergerak. Dari tangan mereka, anak-anak bisa sekolah. Dari penghasilan mereka, kebutuhan keluarga terpenuhi. Dari keberanian mereka untuk terus mencoba, sebuah masa depan sedang dibangun," katanya.
Karena itu, PNM memandang perluasan akses pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas usaha. Pembiayaan menjadi pintu masuk untuk memperkuat kemampuan nasabah dalam mengelola usaha, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, membangun jejaring, serta memperoleh akses pasar yang lebih luas.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk membuat aktivitas ekonomi yang semula berlangsung dalam skala terbatas memiliki peluang berkembang dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.
Baca juga: PNM perkuat dampingi pelaku usaha ultra mikro jaga ekonomi keluarga
Baca juga: Menteri UMKM: Presiden umumkan penerapan bunga 8 persen PNM Mekaar
Menurut Sunar, pendekatan tersebut penting karena tantangan pengusaha ultra mikro tidak semata-mata terletak pada modal. Pelaku usaha juga membutuhkan pengetahuan, keterampilan, akses pasar, dan jejaring agar mampu mempertahankan serta memperbesar kegiatan produktifnya.
"Memberdayakan masyarakat berarti hadir bukan hanya ketika mereka membutuhkan pembiayaan. Kita harus hadir untuk memahami kebutuhannya, mendampingi prosesnya, dan membantu mereka melihat peluang yang mungkin belum terlihat," ujar Sunar.
Dalam konteks perekonomian nasional, penguatan usaha ultra mikro menjadi salah satu jalan untuk memperluas basis masyarakat yang memperoleh manfaat dari pertumbuhan. Semakin banyak usaha produktif yang berkembang di tingkat lokal, semakin luas pula sumber-sumber aktivitas ekonomi yang terbentuk di masyarakat.
Bagi PNM, semangat kemerdekaan karena itu tidak berhenti pada peringatan sejarah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kemandirian ekonomi dengan membuka kesempatan bagi semakin banyak masyarakat untuk menjalankan dan mengembangkan usaha.
Pendekatan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, terutama dalam memperluas kesempatan ekonomi agar manfaat pembangunan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
"Setiap usaha yang tumbuh adalah harapan yang ikut tumbuh. Setiap keluarga yang semakin berdaya adalah bagian dari Indonesia yang semakin kuat. Semoga semangat kemerdekaan terus mengingatkan kita bahwa tugas kita adalah memastikan semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh dan maju bersama Indonesia," kata Sunar menambahkan.
Baca juga: Sinergi PNM dan OJK perkuat bekal UMKM perempuan Aceh untuk naik kelas
Baca juga: Dari Huntara ke usaha produktif, BNPB–PNM dorong warga Agam bangkit lewat potensi lokal
"Kemerdekaan bukan hanya tentang seberapa jauh Indonesia tumbuh, tetapi tentang seberapa banyak rakyat yang ikut tumbuh bersama Indonesia," kata Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi perlu memberikan ruang yang semakin luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan produktif.
Menurut dia, jutaan usaha berskala kecil yang tumbuh di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk aktivitas ekonomi lokal.
Seperti warung, usaha kuliner, perdagangan kebutuhan sehari-hari, hingga berbagai bisnis berbasis rumah tangga menciptakan perputaran uang yang berlangsung setiap hari di lingkungan masyarakat.
"Karena itu, ketika kita mendampingi ibu-ibu nasabah PNM Mekaar, yang kita bangun bukan hanya usahanya, tetapi juga harapan dan masa depan keluarganya," ujarnya.
Menurut Sunar, besarnya kontribusi usaha ultra mikro tidak selalu tercermin dari skala masing-masing usaha. Nilai ekonominya justru terbentuk dari banyaknya masyarakat yang menjalankan kegiatan produktif dan perputaran ekonomi yang mereka ciptakan secara kolektif.
Aktivitas tersebut menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang. Pendapatan dari usaha kembali digunakan untuk membeli bahan baku, membayar kebutuhan rumah tangga, menggunakan jasa di lingkungan sekitar, hingga membiayai pendidikan. Perputaran inilah yang membuat aktivitas usaha ultra mikro memiliki keterkaitan langsung dengan ekonomi masyarakat.
"Banyak ibu yang mungkin tidak berbicara tentang ekonomi nasional. Tetapi dari usaha kecil yang mereka jalankan, ekonomi Indonesia sebenarnya bergerak. Dari tangan mereka, anak-anak bisa sekolah. Dari penghasilan mereka, kebutuhan keluarga terpenuhi. Dari keberanian mereka untuk terus mencoba, sebuah masa depan sedang dibangun," katanya.
Karena itu, PNM memandang perluasan akses pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas usaha. Pembiayaan menjadi pintu masuk untuk memperkuat kemampuan nasabah dalam mengelola usaha, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, membangun jejaring, serta memperoleh akses pasar yang lebih luas.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk membuat aktivitas ekonomi yang semula berlangsung dalam skala terbatas memiliki peluang berkembang dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.
Baca juga: PNM perkuat dampingi pelaku usaha ultra mikro jaga ekonomi keluarga
Baca juga: Menteri UMKM: Presiden umumkan penerapan bunga 8 persen PNM Mekaar
Menurut Sunar, pendekatan tersebut penting karena tantangan pengusaha ultra mikro tidak semata-mata terletak pada modal. Pelaku usaha juga membutuhkan pengetahuan, keterampilan, akses pasar, dan jejaring agar mampu mempertahankan serta memperbesar kegiatan produktifnya.
"Memberdayakan masyarakat berarti hadir bukan hanya ketika mereka membutuhkan pembiayaan. Kita harus hadir untuk memahami kebutuhannya, mendampingi prosesnya, dan membantu mereka melihat peluang yang mungkin belum terlihat," ujar Sunar.
Dalam konteks perekonomian nasional, penguatan usaha ultra mikro menjadi salah satu jalan untuk memperluas basis masyarakat yang memperoleh manfaat dari pertumbuhan. Semakin banyak usaha produktif yang berkembang di tingkat lokal, semakin luas pula sumber-sumber aktivitas ekonomi yang terbentuk di masyarakat.
Bagi PNM, semangat kemerdekaan karena itu tidak berhenti pada peringatan sejarah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kemandirian ekonomi dengan membuka kesempatan bagi semakin banyak masyarakat untuk menjalankan dan mengembangkan usaha.
Pendekatan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, terutama dalam memperluas kesempatan ekonomi agar manfaat pembangunan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
"Setiap usaha yang tumbuh adalah harapan yang ikut tumbuh. Setiap keluarga yang semakin berdaya adalah bagian dari Indonesia yang semakin kuat. Semoga semangat kemerdekaan terus mengingatkan kita bahwa tugas kita adalah memastikan semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh dan maju bersama Indonesia," kata Sunar menambahkan.
Baca juga: Sinergi PNM dan OJK perkuat bekal UMKM perempuan Aceh untuk naik kelas
Baca juga: Dari Huntara ke usaha produktif, BNPB–PNM dorong warga Agam bangkit lewat potensi lokal






Komentar (0)