Anggota DPR: Percepat Pencairan Anggaran Sekolah Terdampak Gempa NTT

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendorong pemerintah mempercepat penanganan sekolah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pemerintah pusat dan daerah harus mempercepat pencairan anggaran, memperbaiki fasilitas sekolah, dan memberikan dukungan kepada guru serta siswa yang terdampak. Jangan sampai anak-anak menjadi korban kedua karena proses pemulihan pendidikan berjalan lambat," kata Lalu dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).

Baca juga: Gempa NTT: Dua Warga Pulau Palue Luka Berat Tertimpa Reruntuhan, Dievakuasi Pakai Speedboat Polairud

Ia mengingatkan agar perbaikan fasilitas pendidikan harus dilakukan secara cepat dan terukur.

Menurutnya keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama, tanpa mengabaikan hak anak untuk tetap memperoleh pendidikan.

"Banyaknya sekolah yang rusak akibat gempa di NTT harus menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keselamatan dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan,” ujarnya.

Baca juga: 1.979 Kali Gempa Susulan Terjadi di NTT, BMKG: Masih Fluktuatif

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta pemerintah pusat dan daerah segera melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap tingkat kerusakan setiap sekolah.

Ia mengimbau agar bangunan yang tidak aman, tidak boleh digunakan untuk belajar mengajar sebelum dinyatakan layak.

Pemerintah juga harus menyediakan ruang belajar sementara agar kegiatan belajar tidak terhenti.

Lalu menekankan agar pembangunan sekolah rusak tidak sekadar berupa perbaikan bangunan lama, melainkan harus memenuhi standar konstruksi tahan gempa sehingga lebih aman menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

"Pemerintah tidak boleh hanya memperbaiki bangunan lama. Sekolah yang dibangun kembali harus menggunakan standar konstruksi tahan gempa agar lebih aman dan tangguh," ucapnya.

Perkuat Sistem Mitigasi

Selain pembangunan fisik, ia juga mendorong pemerintah memperkuat sistem mitigasi bencana di lingkungan sekolah.

Menurutnya, kesiapsiagaan bencana harus menjadi bagian penting dari pengelolaan satuan pendidikan, terutama di daerah yang memiliki risiko bencana tinggi seperti NTT.

Ia menambahkan, mitigasi tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik.

Jalur evakuasi, simulasi gempa, pelatihan guru, dan kesiapsiagaan siswa harus diperkuat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KSP Dudung Singgung Kericuhan Aceh: Ada Oknum Manfaatkan Situasi
• 22 jam lalu
0
thumb
Besok Kantor Pemerintah Hingga Swasta Diimbau WFH, Ini Alasannya
• 21 jam lalu
0
thumb
Bursa Asia Melemah, Ketegangan AS-Iran Tekan Sentimen
• 5 jam lalu
0
thumb
HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Ungkap Kinerja Pendapatan Daerah Capai Rp 8,38 Triliun
• 5 jam lalu
0
thumb
PLN Fokus Pulihkan Listrik di Wilayah Terpencil Pascagempa NTT
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.