jpnn.com, TANGSEL - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkot Tangsel TB Asep Nurdin membeberkan capaian kinerja pihaknya periode 2025 hingga pertengahan 2026 saat memperingati HUT ke-81 RI.
Menurut Asep, tata kelola pemerintahan di Tangsel mengantongi skor 3,8023 berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD), sehingga masuk tiga besar terbaik.
BACA JUGA: Pemkot Tangsel Ingin Rumah Ibadah Jadi Titik Lahirnya Umat Berdaya Saing Global
"Tangsel berhasil masuk dalam tiga besar nasional dengan skor 3,8023 berstatus 'tinggi'. Kami juga bangga meraih peringkat pertama nasional untuk kategori pengelolaan kinerja oleh BKN," ujar dia kepada awak media, Selasa (18/8).
Dalam sektor keuangan, kata Asep, Tangsel mencatat pendapatan daerah sebesar Rp8,38 triliun atau melampaui target.
BACA JUGA: Pegawai KPK Gadungan Beraksi di Tangsel, Lansia Jadi Korban
"Dengan beban daerah Rp4,02 triliun, kami membukukan surplus Rp4,30 triliun dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp478,59 miliar, serta total aset daerah yang mencapai Rp31,37 triliun per 31 Desember 2025," ujarnya.
Asep juga menyoroti pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja.
BACA JUGA: Pemkot Dukung Langkah PCNU Tangsel Hadapi Disrupsi Digital
Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi Tangsel pada triwulan II 2025 mencapai 5,24 persen secara year-on-year.
"Investasi pun terus mengalir melampaui target, dengan realisasi Rp9,07 triliun pada 2024. Dampaknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil kami tekan hingga ke angka 5,09 persen," kata Asep.
Terkait kesejahteraan sosial, Asep mengungkapkan bahwa Tangsel saat ini memegang rekor angka kemiskinan terendah di Banten, yakni 2,36 persen.
"Kami juga mendapatkan apresiasi sebagai Terbaik III Regional Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri untuk penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting. Target kita jelas, prevalensi stunting harus turun menjadi 7,05% pada 2027," lanjut Asep.
Asep mengajak seluruh warga Tangsel untuk merayakan kemerdekaan dengan semangat gotong royong, baik melalui pemasangan atribut bendera maupun partisipasi aktif dalam pembangunan.
"Kemerdekaan sejati berarti warga yang aktif, kritis, dan turut mengawasi jalannya pembangunan daerah. Mari jadikan momentum HUT ke-81 RI ini sebagai ruang refleksi agar pelayanan dan pembangunan ke depan semakin tepat sasaran," pungkas Asep. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sukses Aliri Gas ke 11 Ribu Rumah, Jargas PGN di Tangsel Mencapai 373 Kilometer
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan





Komentar (0)