Jakarta: Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, Hasan Nasbi, menilai Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi masyarakat. Khususnya untuk belajar memerdekakan diri dari pengaruh dan pendiktean teknologi di era digital.
“Kalau saya, dari sisi komunikasi, satu lagi tantangannya nih. Kita kayaknya harus belajar merdeka dari penjajahan algoritma ini,” ujar Hasan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2026.
Baca Juga :
21 Lokasi Parkir Disiapkan untuk Puncak HUT Ke-81 RIHasan menyampaikan bahwa 81 tahun kemerdekaan Indonesia merupakan hal yang patut disyukuri. Makna kemerdekaan saat ini tidak hanya terbebas dari penjajahan secara fisik, melainkan juga mencakup kemampuan masyarakat dalam menjaga pikiran serta emosi dari kontrol media digital.
“Makna kemerdekaan ya kalau kayak sekarang kita bersyukur ya. Sudah 81 tahun kita merdeka. Tentu masih banyak PR-PR yang tetap harus dijalani,” ucap Hasan.
Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Halaman Istana Merdeka, Jakarta. Foto: BPMI Setpres.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran dan mekanisme bersama agar pola pikir masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh arus algoritma digital yang kian masif.
“Karena sekarang kebanyakan emosi kita, pikiran kita disetir oleh algoritma. Mungkin kita harus punya sebuah mekanisme, sistem, dan peradaban untuk bisa merdeka dari pendiktean oleh algoritma ini,” tegas Hasan.




Komentar (0)