HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Universitas Hasanuddin (Unhas) mengirimkan relawan tanggap bencana untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Keberangkatan relawan ini ditandai dengan pelepasan resmi yang dilakukan Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., pada Senin, 17 Agustus 2023, usai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan PKM Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar.
Tim relawan yang dikirim terdiri atas mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana dan Tim Bantuan Medis (TBM) Terpadu dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Kedokteran Gigi, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unhas, Fakultas Kedokteran, serta Fakultas Vokasi. Mereka akan bertugas secara bertahap di wilayah terdampak gempa, khususnya di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, selama kurang lebih dua pekan.
Prof. Muhammad Ruslin, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, menjelaskan bahwa seluruh relawan telah menjalani serangkaian persiapan yang mencakup pembekalan terkait batas peran, prosedur keselamatan, pola koordinasi, serta kondisi yang mungkin dihadapi di lapangan.
“KKN Tematik ini kita gerakkan ketika terjadi bencana, kita langsung menyiapkan tim agar bisa sampai di lapangan dan membantu masyarakat. Kita juga terus berkoordinasi dengan tim Kementerian, karena Unhas ingin ambil bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana,” jelas Prof. Ruslin.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa pengiriman relawan ini merupakan wujud nyata dari semangat humaniversity yang diusung Unhas, yakni perguruan tinggi yang menempatkan kemanusiaan sebagai bagian penting dari pengabdian.
“Sejak lama Unhas mengusung semangat humaniversity, perguruan tinggi yang menempatkan kemanusiaan sebagai bagian penting dari pengabdian. Semangat itu terus kita perkuat melalui tindakan nyata,” katanya saat melepas para relawan.
Lebih lanjut, Prof. Jompa menambahkan bahwa semua fakultas di Unhas dilibatkan dalam aksi ini, tidak hanya mahasiswa yang berangkat, tetapi juga pengadaan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
“Semua fakultas terlibat. Yang dipersiapkan bukan hanya mahasiswa yang berangkat, tetapi juga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lokasi,” pungkasnya.
Unhas menerapkan pola respons cepat dengan melibatkan mahasiswa, dosen, pusat studi, serta jejaring kelembagaan yang sudah ada. Hal ini bertujuan agar dukungan yang diberikan terukur dan tetap mengutamakan keselamatan serta kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Keberangkatan tim pertama yang terdiri dari 10 mahasiswa beserta dosen pendamping dijadwalkan pada Rabu, 19 Agustus 2023. Mereka akan ditempatkan di lokasi untuk mendukung penanganan dan pemulihan pasca bencana gempa di NTT.
“Semua kita siapkan sesuai kebutuhan daerah. Kita tidak ingin berjalan sendiri. Karena itu, kebutuhan di lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan siapa yang diberangkatkan dan apa yang dibawa,” beber Prof. Ruslin. (*/)






Komentar (0)