Kebakaran besar di Belgia bagian timur menghanguskan sekitar 2.700 hektare lahan dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka.
Melansir Anadolu, kebakaran yang melanda kawasan Cagar Alam High Fens sejak, Jumat (14/8/2026) itu, masih aktif di sejumlah titik hingga, Minggu (16/8/2026) waktu setempat. Asap tebal juga masih memengaruhi permukiman di sekitar lokasi.
Sementara lembaga penyiaran publik Belgia VRT, melaporkan sekitar 600 warga sebelumnya dievakuasi sebagai langkah pencegahan. Warga Sourbrodt dan Butgenbach yang terdampak hingga kini belum diperbolehkan kembali ke rumah.
Lebih dari 250 personel darurat dikerahkan untuk menangani kebakaran. Mereka terdiri dari lebih dari 100 petugas pemadam kebakaran Belgia dan Jerman, 70 polisi, 40 tentara, serta 20 personel perlindungan sipil.
Dua helikopter Chinook milik Belanda juga diterjunkan untuk membantu operasi pemadaman. Masing-masing helikopter mampu membawa sekitar 7.600 liter air. Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama perubahan arah angin dan medan yang sulit dijangkau.
Selain itu, lapisan gambut di bawah kawasan semak masih terus membara sehingga beberapa kali memicu munculnya api kembali. Kebakaran juga bergerak menuju Monschau, kota di Jerman yang berada dekat perbatasan Belgia.
Sejumlah warga di kawasan Plattevenn dan Leyloch diperintahkan meninggalkan rumah mereka pada Minggu pagi.
Sementara itu, otoritas Malmedy meminta masyarakat tetap berada di dalam rumah, menutup pintu dan jendela, menghindari aktivitas fisik di luar ruangan, serta mematikan sistem ventilasi karena kondisi asap.
Bart De Wever Perdana Menteri Belgia menyampaikan terima kasih kepada para petugas darurat dan negara-negara Eropa yang membantu operasi penanganan kebakaran. Ia juga menyampaikan rasa prihatin kepada masyarakat yang terdampak kebakaran tersebut. (bil/iss)





Komentar (0)