Sekolah Libur Pascagempa NTT, Jatah MBG dari 71 SPPG Dialihkan ke Posko Pengungsian

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah menyiagakan 71 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi pascabencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) dini hari.

Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Gempa NTT di Jakarta, Minggu (16/8), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini disalurkan kepada anak-anak sekolah untuk sementara dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi korban gempa.

“Ada beberapa sekolah yang masih libur atau diliburkan karena rusak dan lain-lain. Tadi kami sudah komunikasi dengan Kepala BGN, Bapak Sudaryono. Ada 71 SPPG yang mungkin bisa difungsikan,” kata Tito.

BACA JUGA:Bukan di Istana Negara, Sejumlah Menteri Rayakan HUT RI ke-81 Bersama Warga di Lokasi Gempa NTT

“Karena sekolahnya tidak diberikan, nah dikasih ke pengungsian. Ini akan sangat bermanfaat,” imbuhnya.

Selain pemanfaatan SPPG, Tito juga menyarankan pembangunan dua posko bantuan untuk mendukung penanganan pengungsi dan korban gempa, yakni posko timur Flores dan posko barat Flores.

Posko timur Flores akan menangani wilayah Ende, Sikka, Ngada, dan sekitarnya. Sementara itu, posko barat Flores akan berlokasi di Labuan Bajo untuk menangani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) juga meminta seluruh SPPG di wilayah terdampak gempa bumi NTT untuk mengutamakan keselamatan dan menyesuaikan pelayanan dengan kondisi darurat.

BACA JUGA:Peduli Korban Gempa NTT, BNI Salurkan Bantuan dan Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Kepala BGN Sudaryono mengatakan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025 terkait Pelayanan Program MBG dalam Situasi Kedaruratan Akibat Bencana Alam akan segera direvisi untuk menyesuaikan dengan kondisi tanggap darurat terkini.

Kepala BGN juga mengimbau seluruh pengelola fasilitas untuk berpedoman pada regulasi terbaru yang akan disampaikan melalui saluran email resmi.

“SPPG yang terdampak bencana wajib mengutamakan keselamatan dan melaporkan kondisi kepada pihak terkait. Sementara SPPG terdekat yang operasionalnya tidak terdampak dapat menyesuaikan pelayanan, termasuk membantu pemenuhan makanan bagi masyarakat terdampak dan kelompok rentan di sekitar wilayah bencana,” kata Sudaryono dalam keterangan resminya yang diunggah di media sosial, Sabtu (15/8).

BGN juga mengimbau seluruh SPPG untuk berkoordinasi aktif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah guna memastikan penanganan yang cepat dan terkoordinasi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ari Irham Sebut Kebaikan Tak Bisa Instan, Perubahan Butuh Proses dan Konsistensi
• 15 jam lalu
0
thumb
Hamas Minta Board of Peace Paksa Israel Terima Rencana Perdamaian Gaza
• 8 jam lalu
0
thumb
Ciri-Ciri Psikopat Gampang Diketahui, Terlihat dari Makanan Kesukaan
• 18 jam lalu
0
thumb
Perbaiki Dampak Gempa NTT, Pemerintah Fokus Pulihkan Akses Logistik
• 22 jam lalu
0
thumb
Catat! Ini Jadwal Rangkaian HUT ke-81 RI 2026 dari Kirab Bendera hingga Merdeka Run
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.