Pantau - Aktor Ari Irham menilai kebaikan tidak dapat diperoleh secara instan karena perubahan menuju kehidupan yang lebih baik membutuhkan proses, ketulusan, dan konsistensi.
Pemeran Hikmah dalam film "Seni Merayu Tuhan" itu menyampaikan pandangannya setelah merefleksikan salah satu dialog favoritnya dalam film tersebut, yakni "pelan-pelan, tapi pasti".
"Ada salah satu dialog yang sangat aku suka di film ini, 'pelan-pelan, tapi pasti', tidak ada proses yang ujug-ujug sempurna. Kalau mau instan, yang ada justru jadi seperti Hikmah, hilang arah," kata Ari Irham dalam siaran pers Wahana Kreator Nusantara yang diterima di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Ari mengatakan kebaikan yang hanya muncul pada momen tertentu dapat mengarah pada motif lain, seperti mengejar konten atau pujian, sedangkan menurutnya kebaikan sejati tidak membutuhkan validasi tersebut.
Ari Irham Kaitkan Pesan dengan Karakter HikmahDalam film "Seni Merayu Tuhan", Hikmah yang diperankan Ari dikisahkan sedang mencari arah untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kehidupan Hikmah mulai berubah setelah kematian ibunya membuat karakter tersebut merasa kehilangan arah hingga akhirnya berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan.
Keinginan Hikmah mendapatkan perubahan secara instan justru membuat berbagai kebaikan yang dilakukannya semakin menjauh dari makna menjadi orang baik.
"Sebenarnya apa yang ditunjukkan dari karakter Hikmah di film ini 'relate' sekali dengan banyak dari kita, termasuk generasi muda," kata Ari.
Teuku Ryzki Soroti Dinamika Menjadi Lebih BaikTeuku Ryzki yang memerankan Hotib, sahabat Hikmah, juga menilai perjalanan seseorang untuk menjadi lebih baik tidak selalu berlangsung lurus dan memiliki dinamika tersendiri.
"Orang yang mau menjadi baik itu kan enggak selalu lurus, dinamika itu yang menarik. Tapi kita sebagai manusia diberikan kesempatan setiap pagi, untuk menjadi lebih baik, semua ada prosesnya," ujar Teuku Ryzki.
Ari Irham dan Teuku Ryzki sebelumnya terlibat dalam peluncuran poster dan trailer resmi film "Seni Merayu Tuhan" di Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada 2 Juli 2026.
Keduanya kemudian mengikuti rangkaian roadshow dan theater visit ke sejumlah kota, termasuk menyapa penonton di salah satu bioskop di Bekasi, Jawa Barat.
Film produksi Wahana Kreator Nusantara yang diadaptasi dari buku terlaris Habib Jafar tersebut turut dibintangi Lutesha dan Onadio Leonardo serta mulai tayang di bioskop Indonesia pada 13 Agustus 2026.





Komentar (0)