HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Racana Putra Putri Hasanuddin Gugus Depan Makassar 11.075–11.076 Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan Bina Desa pada Jumat, 14 Agustus 2026, sebagai bentuk nyata pengabdian dan kepedulian terhadap persoalan sosial yang tengah berkembang di masyarakat, khususnya pernikahan dini.
Kegiatan yang mengangkat tema “Pernikahan Dini di Persimpangan Jalan: Tinjauan Hukum & Realita Sosial” ini menjadi ruang edukasi dan diskusi yang mendalam. Racana Hasanuddin menghadirkan pemahaman komprehensif mengenai pernikahan dini, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta realita sosial yang menyertainya.
Lebih lanjut, para peserta diajak menyadari bahwa pernikahan pada usia muda bukan sekadar memilih pasangan, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang menuntut kesiapan matang dari individu yang menjalani.
“Pernikahan bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat menemukan pasangan. Pernikahan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan,” jelas penyelenggara dalam pesan reflektif kegiatan tersebut.
Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa keputusan menikah harus didasari oleh kesiapan dan pertimbangan yang matang, bukan karena tekanan sosial atau tuntutan sesaat.
Selain berfungsi sebagai sarana edukasi, Bina Desa juga menjadi wadah bagi anggota Racana Hasanuddin untuk mengembangkan kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih objektif dan bijak dalam memandang isu pernikahan dini.
Racana Putra Putri Hasanuddin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan kepramukaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membentuk generasi muda yang peduli, berpengetahuan, dan siap menghadapi berbagai tantangan sosial di lingkungan sekitar. (*)






Komentar (0)