Enam di antaranya rusak ringan dan tiga rusak berat serta satu rumah sakit yang tidak bisa beroperasi sama sekali.
IDXChannel - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak sembilan rumah sakit dan 68 puskesmas rusak akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
Enam di antaranya rusak ringan dan tiga rusak berat serta satu rumah sakit yang tidak bisa beroperasi sama sekali.
Sementara itu, untuk pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) terdapat sekitar 68 Puskesmas yang mengalami kerusakan. Di mana 11 diantaranya rusak ringan, 37 rusak sedang dan 20 rusak berat dengan 19 diantaranya belum bisa beroperasi sama sekali.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa tingkat kerusakan fasilitas kesehatan bervariasi, namun RSUD Nagekeo menjadi unit pelayanan medis yang terdampak paling parah hingga tidak lagi mampu memproses pelayanan kesehatan rutin bagi warga.
“Rumah sakitnya yang saya tahu ada dua yang rusak parah, yang paling parah di RSUD Nagekeo. Ada beberapa yang rusak sedang dan juga ada yang rusak ringan. Itu tugasnya dia nomor dua identifikasi fasilitas kesehatan,” ujar Budi saat diwawancarai, Minggu (16/8/2026).
Budi mengungkapkan, pemerintah bergerak cepat mengatasi kelumpuhan layanan di RSUD Nagekeo dengan mendistribusikan sarana darurat berupa rumah sakit lapangan agar penanganan medis kritis tetap berlanjut di lokasi penanganan bencana.
“Khusus untuk Rumah Sakit Nagekeo karena sudah berhenti beroperasi, kita kemarin malam kirim rumah sakit lapangan. Jadi pakai tenda gitu ya kita kirim ke sana dan rencana mungkin tiba di Nagekeo dalam sehari dua hari ini dan bisa terbangun,” kata dia.
Hal tersebut dilakukan guna memulihkan berbagai fasilitas kesehatan secara cepat agar layanan kesehatan bagi para korban bisa lebih optimal. Mengingat, dampak kelumpuhan fasilitas medis serta rusaknya akses jalan antar wilayah sangat krusial.
Budi bahkan menceritakan dinamika evakuasi penanganan seorang ibu hamil dengan komplikasi berat yang tertahan akibat terputusnya rute jalan menuju rumah sakit rujukan terdekat.
“Tadi malam juga Pak Gubernur juga sempat ikut. Kita ada satu pasien di Nagekeo yang ibu hamil melahirkan komplikasinya berat, enggak bisa dibawa karena rumah sakitnya enggak beroperasi. Yang paling dekat RSUD Borong dua jam yang baru kita bangun atau Rumah Sakit Komodo yang baru, cuma itu empat jam,” tutur Budi.
“Kita mau jalan, jalannya putus. Jadi jam sekitar jam 10.00 kita koordinasi, Pak Gubernur langsung kirim tim polisi dan tim dari Dinas PU setempat, jam 03.00 ibu ini bisa ditarik oleh ambulans ke RSUD Borong,” tambah dia.
Pemerintah terus memantau pemulihan dan kondisi pasien darurat pasca evakuasi lintasan darat tersebut agar pertolongan pertama pascabencana terlaksana tepat sasaran. Dia menegaskan prioritas utama tim kesehatan di lapangan mencakup penanganan pasien kelompok rentan dan pasien yang membutuhkan tindakan medis spesifik secara berkesinambungan.
“Jadi harusnya pagi ini sudah sampai, tadi saya belum sempat lihat, saya sudah tahu saya udah jalan, mudah-mudahan jadi bisa selamat. Itu sebabnya yang critical emang ibu-ibu hamil, patah tulang itu critical, dan juga yang mau cuci darah itu sangat critical,” kata Budi.
Sementara itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin dalam keterangan resminya menjabarkan target percepatan pemulihan operasional dasar seluruh rumah sakit terdampak dalam waktu satu Minggu. Di sisi lain, untuk pemulihan puskesmas yang terdampak ditargetkan dua Minggu guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi para korban.
“Target paling lama satu Minggu, seluruh RSUD harus bisa melakukan operasional dasar. Fokus ke layanan Operasi Trauma, Ibu & Anak, Hemodialisa. Diharapkan dalam 2 minggu seluruh Puskesmas yang rusak sudah beroperasi minimal kembali, fokus ke layanan ibu hamil, melahirkan dan imunisasi,” kata Agus.
Dia menambahkan, langkah tanggap darurat khusus disiapkan untuk memfasilitasi kebutuhan bedah di RSUD Nagekeo serta menetapkan alur rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat yang memadai.
“Khusus RSUD Nagekeo yang rusak berat, besok akan dikirim set RS Mobil (termasuk fasilitas rg operasi) ke Nagekeo. RSUD Borong yg baru Program Quick Win (2 jam rujukan), dan RSUD Komodo baru (4 jam rujukan) disiapkan sbg RS rujukan dari Nagekeo,” tuturnya.
(DESI ANGRIANI)






Komentar (0)