bersama penerbit Bandai Namco Entertainment Inc. mencoba mengganti pandangan ini. Dirilis secara global pada 10 Juli 2026 game Action RPG ini menjanjikan pendekatan baru: panggung untuk pemain sendiri dan mekanisme pertarungan bernuansa Souls-lite yang taktis.
Cerita Awalnya Menarik Echoes of Aincrad mengambil sudut pandang prajurit garis depan yang berjuang bertahan hidup dalam tragedi insiden Aincrad. Permainan dimulai pada masa uji coba Closed Beta, tempat pemain merancang avatar kustom dan menjalin hubungan awal dengan pemain lain.
Ketika hari peluncuran resmi tiba, pengembang fiktif Akihiko Kayaba memicu protokol penguncian dunia virtual, menghapus tombol log out, dan mengembalikan wujud avatar ke penampilan fisik asli pemain di dunia nyata melalui pemindaian wajah. Aturan kematian permanen ditetapkan. Kegagalan di dalam game berarti kematian di dunia nyata.
Kita diposisikan sebagai orang biasa di tengah ribuan korban yang panik. Perjalanan ini didampingi oleh karakter orisinal seperti Iori, seorang pendekar pedang wanita yang dikenal sejak masa beta, serta Wyzeman yang bertindak sebagai tank kelompok. Tokoh ikonik seperti Kirito, Asuna, Argo, dan Diavel tetap hadir, tetapi peran mereka dibatasi sebagai penyerang garis depan yang hanya sesekali bersinggungan dengan kelompok pemain pada momen krusial dan pertempuran bos.
Meskipun naskah dialog sering menyebut kata kematian dan bahaya ekstrem, perilaku dan tempo interaksi para karakter cenderung santai, layaknya orang-orang yang sedang menikmati permainan MMORPG biasa di akhir pekan. Masalah ini diperparah oleh penyempitan skala lingkungan. Konsep kastil melayang 100 lantai Aincrad hanya direalisasikan sebanyak 2 lantai pertama saja.
Sentuhan Souls-Lite Sistem pertarungannya punya sentuhan baru. Echoes of Aincrad meninggalkan sistem hotbar MMO tradisional yang kaku dan menggantinya dengan skema Action RPG Souls-lite yang taktis. Seluruh aksi dasar protagonis terikat pada manajemen stamina yang ketat. Serangan ringan dan serangan berat menguras bar stamina, sedangkan mekanisme pertahanan mengandalkan momentum tangkisan perisai (parry) serta menghindar.
Pemain juga dibekali Sword Skills yang dikonsumsi dari kolam Sword Skill Points (SP) khusus dengan waktu cooldown. Pemain hanya boleh memasang maksimal tiga Sword Skills aktif dalam satu wujud kombinasi pertarungan. Penggunaan Sword Skills dinilai paling efektif ketika dilepaskan tepat pada celah musuh setelah aksi parry atau dodge yang berhasil dieksekusi.
Keragaman gaya bertarung ditopang oleh hadirnya enam arketipe senjata independen yang memiliki karakteristik animasi dan kalkulasi atribut unik. Sword & Shield enawarkan keseimbangan antara ofensif dan pertahanan perisai. Rapier mengutamakan kecepatan tusukan beruntun dan mobilitas evasif. Daggers berfokus pada frekuensi serangan cepat dan kelincahan ekstrem.
Two-Handed Sword menyajikan daya rusak area yang besar namun menguras stamina tinggi. Two-Handed Axe adalah senjata pemukul lambat dengan kemampuan menghancurkan pertahanan lawan (guard break) yang masif. Kemudian Mace yang menghasilkan dampak pukulan tumpul untuk memicu kondisi roboh (stagger) pada musuh.
Sistem Pendamping AI & Kustomisasi Gear Dinamika pertarungan semakin diperkaya oleh kehadiran pendamping AI yang terbukti sangat responsif. Melalui action wheel, pemain dapat beralih secara instan antara dua mode taktis utama. Mode Switch memerintahkan AI untuk mengambil alih tingkat ancaman musuh (aggro) agar pemain dapat memulihkan stamina atau menyusun ulang strategi. Kemudian Mode Free yang menginstruksikan AI untuk berfokus pada crowd control musuh atau serangan mandiri.
Sistem progresi karakter mengusung pengumpulan XP yang mengganjar Growth Points untuk dialokasikan bebas ke atribut seperti Vitality, Endurance, Agility, dan Intelligence. Echoes of Aincrad memberikan fasilitas respec tanpa biaya yang dapat diakses kapan saja melalui peti di hub room. Dalam hal perlengkapan, senjata yang diperoleh membawa atribut bonus secara acak. Pemain dapat mengunjungi Smithy untuk menggabungkan beberapa senjata dan menumpuk hingga empat atribut EX-Mods.
Ada set perlengkapan S-Rank seperti Hero's Attire dan Hero's Boots. Menggunakannya bersamaan bakal mengaktifkan atribut intrinsik Hero's Proof dan Hero's Mark—memberikan peningkatan perolehan pengalaman senjata dan karakter, pengurangan konsumsi stamina/SP, peningkatan perolehan SP companion, hingga penguatan daya tahan perisai dan pemulihan kesehatan.
Desain Misi & Musuh Meski sistem pertarungannya solid, siklus gameplay Echoes of Aincrad terjebak dalam pola yang sangat berulang: mengambil misi di kota, melewati rute linier, membasmi kumpulan monster, mengumpulkan bahan kerajinan, kembali ke kota untuk meningkatkan perlengkapan, mengalokasikan poin stat, dan mengulangnya secara terus-menerus. Struktur misi ini terasa seperti peninggalan JRPG era PlayStation 3 yang didominasi oleh misi pengambilan barang (fetch quest) dan pembantaian musuh tunggal tanpa variasi objektif.
Kenyamanan bermain juga dibatasi oleh aturan yang melarang pemain menjalankan misi utama dan misi sampingan secara simultan. Selain itu, terdapat garis batas transparan yang memindahkan pemain secara paksa kembali ke rute utama jika mencoba keluar dari area misi yang ditentukan. Variasi musuh pun sangat minim; pemain akan secara berulang menghadapi daur ulang monster jenis boar dan kobold yang hanya dibedakan berdasarkan tingkat statistik dan ukuran visualnya.
Dari aspek visual, Echoes of Aincrad memanfaatkan Unreal Engine 5 untuk memadukan lingkungan 3D realistis dengan pemodelan karakter berkonsep cel-shading anime. Model karakter utama dan variasi pertarungan bos tampak sangat detail serta didukung animasi yang mulus.
Sektor audio menyajikan kualitas produksi yang solid, di samping ketersediaan opsi suara Bahasa Jepang asli. Namun, protagonis kustom dirancang sebagai karakter bisu yang hanya merespons percakapan melalui pilihan gestur terbatas.
Kesimpulan
Echoes of Aincrad adalah sebuah langkah yang berani bagi game adaptasi SAO. Keberanian melepaskan sosok Kirito dari fokus utama, dipadukan dengan mekanik pertarungan Souls-lite yang taktis dan AI pendamping yang responsif, menjadi pencapaian terbaiknya.
Namun, keterbatasan skala dunia yang hanya mencakup 2 lantai, struktur misi berulang, dan daur ulang musuh yang masif membuat gim ini belum mampu mencapai derajat Action RPG papan atas. Bagi penggemar waralaba SAO maupun penikmat genre Action RPG yang menyukai pertarungan taktis, game ini tetap memberikan nilai hiburan yang menarik, terutama jika didapatkan melalui penawaran harga diskon.
PLATFORM: PS5, Xbox Series X/S, PC DEVELOPER: Game Studio Inc. PUBLISHER: Bandai Namco Entertainment TANGGAL RILIS: 10 Juli 2026 GENRE: Action-RPG
7.5
Echoes of Aincrad
Plus
- Elemen souls-like
- Bisa bikin karakter sendiri
Minus
- Karakter utama bisu
- Eksekusi ide terbatas
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)






Komentar (0)