Festival Bintasi 2026 Dorong Literasi Anak dan Remaja Lewat Puisi di Gowa

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA – Festival Bintasi 2026 yang digelar di Perumahan Bumi Batara Mawang Permai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, menjadi momentum penting dalam mendorong budaya literasi di kalangan anak-anak dan remaja. Acara yang berlangsung Sabtu (15/8/2026) ini menampilkan lomba baca puisi dengan tema “Menolak Jinak, Menanam Paham” sebagai salah satu agenda utama yang menarik perhatian masyarakat.

Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat Lingkungan Bintasi dan Penerbit Subaltern, sekaligus merayakan Milad ke-6 penerbit tersebut serta HUT Kemerdekaan RI ke-81. Selain lomba baca puisi, Festival Bintasi juga menghadirkan berbagai kegiatan hiburan dan literasi seperti lomba karaoke, tari kreasi, dan nonton bareng film Alangkah Lucunya Negeri Ini. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang perjumpaan antara masyarakat, anak-anak, remaja, serta pelaku kebudayaan dan literasi.

Direktur Penerbit Subaltern menegaskan bahwa momentum milad keenam mereka dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan kegiatan penerbitan dan literasi dengan masyarakat.

“Penerbit Subaltern menjadikan momentum milad keenam sebagai kesempatan untuk terus mendorong tumbuhnya budaya literasi dan keberanian anak-anak serta remaja dalam mengenal dan menyampaikan gagasan melalui karya sastra,” jelasnya.

Belasan peserta dari kalangan anak-anak dan remaja tampil membacakan puisi dengan beragam ekspresi dan gaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan keberanian generasi muda dalam menyampaikan gagasan melalui sastra. Tema “Menolak Jinak, Menanam Paham” mengajak peserta untuk melihat puisi bukan sekadar sebagai lomba, melainkan sebagai medium untuk menyampaikan pikiran, kegelisahan, harapan, dan pandangan terhadap lingkungan sosial.

Menurut Direktur Penerbit Subaltern, literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga bagaimana anak-anak dan remaja memiliki keberanian untuk berpikir, menyampaikan gagasan, dan memahami lingkungan di sekitarnya.

“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga bagaimana anak-anak dan remaja memiliki keberanian untuk berpikir, menyampaikan gagasan, dan memahami lingkungan di sekitarnya,” katanya.

Komitmen Penerbit Subaltern juga diwujudkan dengan membagikan buku-buku edukasi kepada anak-anak dan remaja yang hadir, baik peserta lomba maupun penonton. Langkah ini merupakan upaya memperluas akses bacaan sekaligus membangun kebiasaan membaca di lingkungan masyarakat.

“Buku tidak hanya menjadi hadiah dalam sebuah kegiatan, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi anak-anak untuk mengenal dunia pengetahuan yang lebih luas,” beber Direktur Penerbit Subaltern.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Bintasi, Ibrahim Sanduan, menyambut baik pelaksanaan Festival Bintasi yang melibatkan masyarakat dan Penerbit Subaltern. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi yang menarik antara perusahaan penerbitan buku dengan masyarakat di tingkat lingkungan.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi ajang kolaborasi antara perusahaan penerbitan buku dengan masyarakat. Ini sudah dua tahun dilaksanakan lomba puisinya dan kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” kata Ibrahim.

Ibrahim menambahkan bahwa keberlanjutan kegiatan ini penting untuk memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja mengembangkan bakat sekaligus berinteraksi secara positif dengan lingkungan sosialnya.

Festival Bintasi juga erat kaitannya dengan aktivitas literasi Penerbit Subaltern yang sejak lama mengawal taman baca di Bumi Batara Mawang Permai. Festival ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan gerakan literasi dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa literasi tidak harus selalu berlangsung di ruang formal. Lapangan lingkungan, ruang publik, taman baca, hingga kegiatan hiburan masyarakat dapat menjadi ruang memperkenalkan buku, sastra, pengetahuan, dan gagasan kepada warga.

Rangkaian Festival Bintasi 2026 ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng secara simbolis oleh Direktur Penerbit Subaltern bersama pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat setempat sebagai ungkapan syukur atas keberlangsungan kolaborasi bersama masyarakat.

Melalui Festival Bintasi, masyarakat tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi anak-anak dan remaja untuk tumbuh melalui seni, sastra, dan pengetahuan. Bagi Subaltern dan masyarakat Bintasi, kegiatan ini diharapkan menjadi tradisi kolaborasi yang terus hidup dari tahun ke tahun. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
F-PKB MPR Kawal Investasi agar Manfaatnya Dirasakan Rakyat
• 11 jam lalu
0
thumb
UMI Bawa Inovasi dari Sawah untuk Cegah Stunting di Maros
• 9 jam lalu
0
thumb
SBY minta maaf tak hadir HUT Ke-81 RI karena cek kesehatan
• 8 jam lalu
0
thumb
Pria 45+ Makin Mudah Marah dan Tersinggung? Jangan Anggap Sepele, Bukan Sekadar Mood
• 22 jam lalu
0
thumb
Dosen UNM Edukasi Warga Bung Tamalanrea Atasi Banjir dengan Lubang Biopori
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.