Beirut: Liga Arab mengecam keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang menewaskan warga sipil pada Sabtu kemarin.
Organisasi tersebut menilai eskalasi itu semakin menyulitkan upaya perdamaian dan penyelesaian konflik di kawasan.
Mengutip TRT World, Minggu, 16 Agustus 2026, pemerintah Lebanon melaporkan sedikitnya 11 orang tewas dan 19 lainnya luka-luka akibat serangan Israel di Distrik Nabatieh, Lebanon Selatan. Korban tewas dan luka-luka termasuk anak-anak dan perempuan.
Serangan tersebut tetap berlangsung meski kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada 17 April.
Juru bicara Sekretaris Jenderal Liga Arab menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon.
“Pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Lebanon serta eskalasi berbahaya yang mengancam menggagalkan setiap upaya penyelesaian konflik dan pengakhiran pendudukan,” ujarnya.
Liga Arab menilai serangan terhadap warga sipil di Nabatieh serta desa dan kota di sekitarnya merupakan pelanggaran nyata atas kedaulatan Lebanon.
Organisasi tersebut juga memperingatkan bahwa eskalasi itu berisiko merusak berbagai upaya perdamaian untuk meredakan konflik dan mengakhiri pendudukan.
“Berbagai kebijakan dan tindakan Israel ini secara terang-terangan membongkar niat untuk memperpanjang konfrontasi, menghambat negosiasi, serta memaksakan realitas baru di lapangan yang sepenuhnya tidak dapat diterima dan ditolak,” katanya.
Liga Arab turut memperingatkan potensi meluasnya konfrontasi apabila komunitas internasional, khususnya Amerika Serikat, tidak segera turun tangan untuk menghentikan aksi militer Israel dan mendorong kepatuhan terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.
Liga Arab juga menegaskan kembali solidaritas dan dukungan penuh kepada pemerintah serta rakyat Lebanon dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap keamanan, stabilitas, kedaulatan, dan perdamaian di negara tersebut. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 11 Orang, Termasuk 3 Anak-anak





Komentar (0)