Intip Kesepakatan Baru Iran dan Oman soal Selat Hormuz

viva.co.id
54 menit lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengungkapkan bahwa negaranya dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai peta rute pelayaran di Selat Hormuz. Hal itu setelah mereka menjalani perundingan teknis selama beberapa pekan.

Baghaei mengatakan kepada Defa Press bahwa Iran dan Oman, sebagai dua negara pesisir yang berbatasan dengan jalur strategis tersebut, telah melakukan perundingan intensif selama tiga bulan. Perundingan itu dimulai setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 18 Juni yang mengatur pembentukan jalur pelayaran aman di Selat Hormuz.

Baca Juga :
Donald Trump Minta Warga AS Terima saja Harga BBM Melonjak
Donald Trump Menggantang Asap di Selat Hormuz

"Terlepas dari hambatan Amerika Serikat, pembicaraan telah mencapai kemajuan positif selama tiga pekan terakhir dan kesepakatan telah dicapai mengenai peta rute pelayaran," kata Baghaei dikutip dari Anadolu, Minggu, 16 Agustus 2026.

Menurut dia, kesepakatan tersebut merupakan hasil koordinasi yang dipimpin Kementerian Luar Negeri Iran dengan melibatkan otoritas pertahanan, keamanan, dan lingkungan.

Baghaei mengatakan Iran dan Oman masih membahas sejumlah persoalan yang belum diselesaikan, termasuk pernyataan bersama yang akan dikeluarkan Teheran dan Muscat. "Pertukaran antara kedua negara akan terus berlanjut hingga proses tersebut selesai," ujarnya.

Baghaei menegaskan bahwa pengaturan antara Iran dan Oman merupakan kesepakatan independen kedua negara pesisir yang bertujuan menjamin keselamatan pelayaran di selat tersebut dengan tetap menghormati kedaulatan kedua negara.

Namun, dia mengatakan pemulihan keamanan sepenuhnya dan kembali normalnya pelayaran komersial di Selat Hormuz bergantung pada penghentian tindakan AS yang disebutnya ilegal, termasuk ancaman militer, serta blokade laut. Iran juga menuntut kompensasi atas pelanggaran komitmen yang dilakukan AS selama dua bulan terakhir.

Perundingan tersebut merupakan bagian dari negosiasi teknis yang diluncurkan berdasarkan MoU Iran-AS. Kesepakatan itu menugaskan Teheran dan Muscat menyusun kerangka baru untuk mengatur pelayaran di Selat Hormuz.

Meski Iran dan Oman terus membahas rute pelayaran, Teheran berulang kali menyatakan bahwa keputusan untuk membuka kembali jalur perairan strategis tersebut tetap bergantung pada pemenuhan kewajiban Amerika Serikat berdasarkan nota kesepahaman tersebut.

Baca Juga :
Bantah Perpanjang Gencatan Senjata, Menlu Iran Kasih Paham Trump soal Memorandum Islamabad
Iran Sentil Trump: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Lewat Cuitan atau Perintah
Trump Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Jadi Wilayah AS

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pendaftaran Kartu Gratis Transjakarta Dibuka di 3 Lokasi CFD Besok Minggu 16 Agustus
• 13 jam lalu
0
thumb
Pengguna KRL Kini Bisa Top Up KMT Lewat Bale Syariah BSN
• 4 jam lalu
0
thumb
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong, Warga Diminta Waspada
• 10 jam lalu
0
thumb
Pesta Rakyat HUT Ke-81 RI di Monas Jadi Panggung Perkuat UMKM
• 2 jam lalu
0
thumb
Ricuh Hari Damai Aceh, Anggota TNI-Polri Sempat Dikejar dan Diusir Massa
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.