KOMPAS.com — Guncangan gempa bumi magnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pagi menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Ronting, Manggarai Timur, NTT.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bermagnitudo besar dengan kedalaman 10 kilometer (km) tersebut memicu kepanikan massal.
Gempa itu juga merusak sejumlah fasilitas publik dan dermaga di wilayah Nagekeo/Mbay, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Alor, hingga Lembata.
Salah satunya adalah Masjid Al-Istiqomah, masjid bersejarah yang menjadi bagian dari peradaban Islam di Desa Ronting dan sekitarnya.
Akibat guncangan gempa kemarin pagi, rumah ibadah yang berdiri di bibir Pantai Ronting tersebut roboh dan hampir rata dengan tanah.
Baca juga: Update Gempa NTT: 341 Gempa Susulan, 47 Korban Meninggal, 5.000 Warga Mengungsi
Adapun masjid yang dikenal warga sebagai Masjid Kubah Merah Putih itu pernah mendapatkan perhatian dari para donatur Dompet Dhuafa dan mendapatkan renovasi pada periode 2016-2018.
Salah satu anggota tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Dompet Dhuafa ustaz Muhidur mengatakan, keadaan setelah gempa adalah masjid roboh dan hampir rata dengan tanah.
“Ini menggambarkan dampak yang dahsyat akibat gempa yang mengguncang. Air laut sempat naik hingga bibir pantai,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Guna memastikan penyintas bencana mendapatkan pertolongan pertama, tim gabungan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) dan DMC Dompet Dhuafa langsung mendirikan Posko Kesehatan Utama di Desa Ronting, Kecamatan Sambi Rampas (Lemba), Manggarai Timur.
Baca juga: Gempa 6,4 M Sumut, BMKG: Tak Picu Tsunami, Tak Ada Gempa Susulan
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini mengatakan, tim mulai bergerak dari Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) hingga tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.
“Dari pagi tadi untuk membantu, merespon dan menangani masyarakat terdampak gempa hari ini,” ujarnya
Saat ini, Tim DMC Dompet Dhuafa menerjunkan relawan untuk melakukan asesmen terkait kebutuhan darurat, seperti dapur umum maupun kebutuhan dasar lainnya yang dibutuhkan warga terdampak. Sementara itu, tim LKC Dompet Dhuafa mendirikan pos kesehatan di Ronting, NTT.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menjauhi wilayah pantai dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Dompet Dhuafa membuka layanan komunikasi terkait bencana gempa di NTT ini melalui nomor telepon +62 813-8904-9006(Barqu).
Baca juga: Prioritas Pemerintah Usai Gempa NTT: Aktifkan Posko Bencana, Evakuasi Korban Terjebak
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT






Komentar (0)