KUPANG, KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memastikan sektor pariwisata di Labuan Bajo aman untuk dikunjungi setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
"Kami sudah cek di Pelabuhan, di bandara semuanya aman, tidak ada kerusakan, termasuk fasilitas umum lainnya," kata Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dikutip dari Antara.
"Pascagempa KSOP juga pada pukul 10.00 Wita sudah mengizinkan kembali kapal-kapal wisata untuk berlayar."
Saat ini, penerbangan dari daerah lain ke Labuan Bajo dan sebaliknya telah kembali berjalan normal. Wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar juga telah dievakuasi ke titik aman dan kembali beraktivitas.
"Tak ada wisatawan yang menjadi korban jiwa," tutur Edistasius Endi.
Baca Juga: Update Korban Gempa NTT: 47 Orang Meninggal, Ratusan Rumah Rusak
Sementara itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memastikan keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama penanganan bencana di kawasan destinasi super prioritas Floratama, yang meliputi Flores, Alor, Lembata, dan Bima.
Dalam keterangan tersebut, disebutkan sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penutupan sementara pelayaran telah berhasil dipulangkan dan tiba kembali dengan selamat di Labuan Bajo.
Seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo pun telah dievakuasi ke titik aman di luar gedung, antara lain kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo.
Wisatawan yang sempat dievakuasi ke Puncak Waringin dari Meurorah Hotel kini telah kembali ke akomodasi masing-masing.
Baca Juga: BNPB Ungkap Terjadi 31 Gempa Susulan di NTT, Paling Besar Berkekuatan Magnitudo 6,2
Hasil pemantauan sementara Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terhadap infrastruktur dan fasilitas pariwisata mencatat, Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian bangunan yang roboh.
Seluruh tamu dan karyawan dipastikan aman dan telah direlokasi ke hotel terdekat yang aman.
Di Nagekeo, Hotel Papita Mbay dilaporkan mengalami kerusakan parah dan saat ini koordinasi lanjutan terus dilakukan.
Sementara itu, Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah secara umum dalam kondisi aman, dengan beberapa catatan berupa retakan ringan.
Adapun jaringan listrik dan internet di sebagian besar akomodasi telah kembali beroperasi normal.
Baca Juga: Kesaksian Warga Nagekeo Bertahan di Tenda Seadanya Pascagempa M7,7: Warga Trauma
Lalu, Restoran La Moringga dan Escape Bajo di Manggarai Barat dilaporkan hanya mengalami kerusakan ringan dan tetap beroperasi secara kondusif. Seluruh staf dan pengunjung dipastikan aman.
Kemudian, tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk.
Pemantauan terhadap fasilitas pendukung daya tarik wisata terus dilakukan secara simultan oleh BMKG, BPOLBF, dan instansi berwenang.
Penulis : Gilang Romadhan Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Antara/Kemenpar
- gempa Nagekeo
- Labuan Bajo
- wisatawan Pulau Padar
- pariwisata NTT
- Flores
- pariwisata Indonesia






Komentar (0)