JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 7,0 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026).
Lantas, apa pemicu gempa tersebut?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa terjadi pada 04.58 WIB, dengan lokasi 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur.
Pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Baca juga: Gempa di Bumi NTT: 47 Korban Meninggal dan Ratusan Rumah Rusak, Logistik Jadi Tantangan
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan, sumber gempa berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang berada di bagian utara Pulau Flores.
Arief juga mengatakan, aktivitas sesar serupa juga pernah berkaitan dengan gempa yang terjadi pada 1992.
Adapun gempa yang saat ini terjadi memicu tsunami setidaknya di 10 wilayah dan menewaskan satu orang dan empat lainnya terluka.
DOKUMENTASI PENGELOLA WISATA BAHARI NUCA MOLAS Warga Desa Nuca Molas, Kecamatan Satar Mese Barat mengungsi ke salah satu bukit di Pulau Mules pasca gempa magnitudo 7,7 dan peringatan tsunami pada Sabtu pagi (15/8/2026).
“Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 92. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores," kata Arief, pada Sabtu.
Baca juga: PLBN Serasan Bersolek Jelang Hari Ulang Tahun Ke-81 Indonesia
Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata dia, dari rilis resmi BMKG.
Potensi mengulang tsunami 1992
Dilansir dari antara, Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, memperingatkan potensi risiko mengulang sejarah bencana gempa dan tsunami Flores tahun 1992.
Baca juga: Gempa M 6,2 Guncang Parigi Moutong, Sulawesi Tengah
Irwan menjelaskan, gempa dangkal berkedalaman 15 kilometer di laut utara Nagekeo ini memiliki episentrum yang berjarak kurang dari 40 kilometer dari pusat gempa Flores 1992 bermagnitudo 7,9.
Komentar (0)