Ada Dapur MBG di Pulau Paling Ujung Indonesia Ini

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

SERASAN, KOMPAS.com – Pulau di kawasan perbatasan Indonesia ini mempunyai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Seperti apa?

Kompas.com melongok SPPG di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Sabtu (15/8/2026).

Pulau Serasan memuat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan, fasilitas batas negara yang berhadapan dengan Laut Natuna Utara, Laut China Selatan, serta perairan Malaysia dan Vietnam.

Baca juga: PLBN Serasan Bersolek Jelang Hari Ulang Tahun Ke-81 Indonesia

Di Serasan, bangunan SPPG tampil mencolok dengan identitas visual yang khas, warna putih dan biru muda.

Di halaman depan, terparkir dua unit sepeda motor roda tiga yang dilengkapi boks kontainer, dengan logo Badan Gizi Nasional (BGN).

Ruang istirahat petugas dan area prosedur penerimaan bahan makanan terdapat di bagian awal gedung ini

Siti Laela Malhikmah/Kompas.com SPPG atau dapur MBG di Pulau Serasan, Natuna, Kepulauan Riau, 15 Agustus 2026.

SPPG ini dilengkapi dengan gudang makanan basah dan gudang makanan kering yang terpisah.

Terdapat pula ruang penerimaan khusus yang dilengkapi timbangan, serta area dapur utama.

Punya instalasi pengolah limbah

Kepala SPPG Serasan, Muhammad Yudi Alfaro, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mumpuni.

"Di sini kita juga ada IPAL, di mana air sisa masak dan sisa cuci piring ditampung ke grease trap. Grease trap itu tempat menahan lemak," ujar Yudhi kepada Kompas.com di lokasi, Sabtu (15/8/2026).

Siti Laela Malhikmah/Kompas.com Kepala SPPG Serasan, Muhammad Yudi Alfaro

Yudhi memaparkan bahwa proses penyaringan lemak dilakukan dalam dua tahap untuk memastikan hasil akhir yang maksimal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kita di sini ada dua tahap ya. Grease trap pertama ada di bagian belakang, lalu yang kedua menahan sisa lemaknya lagi di situ. Setelah itu, baru airnya masuk ke IPAL untuk diolah menjadi air biasa," lanjutnya.

Simak terus laporan Kompas.com di kawasan terdepan Indonesia dalam program Merah Putih di Perbatasan di momen bulan kemerdekaan ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rano Karno gagas pembuatan serial AI soroti hubungan manusia dan alam
• 6 jam lalu
0
thumb
Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI Resmi dari Kemendikdasmen dan Link Download PDF
• 1 jam lalu
0
thumb
Stok Beras Tembus 5,26 Juta Ton, Bos Bulog Bicara Soal Biaya Perawatan
• 10 jam lalu
0
thumb
Bikin Pilu! Video Ibu dan Anak Meninggal Sambil Berpelukan Usai Gempa NTT
• 2 jam lalu
0
thumb
Skor Kacamata Akhiri Babak Pertama Persebaya Vs Penang FC
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.