Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menggagas pembuatan serial sinematik yang menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI) bertajuk “Rimba Raya” yang menyoroti berubahnya hubungan antara manusia dengan alam.
“Lihatlah anak-anak, ya mungkin tidak usah melihat terlalu jauh, cucu saya. Dia tahu harimau tapi tidak tahu bentuknya, segala macam,” kata Rano Karno dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Pria yang lekat dengan karakter Doel dari serial televisi hit berjudul “Si Doel Anak Betawi” itu mengatakan bahwa gagasan awal dari cerita “Rimba Raya” berasal dari adanya perubahan cara generasi baru berinteraksi dengan dunia dan semakin jauhnya pengalaman langsung dengan alam.
Gagasan tersebut kemudian dikembangkan menjadi dunia, karakter, dan perjalanan cerita dari karakter Rimba dan Raya.
Baca juga: Rano Karno dorong Jakarta jadi kota kreatif global
Baca juga: Rano Karno sebut seni punya peran penting bentuk identitas kota
Dia menyampaikan serial itu memiliki kekuatan pada cara bercerita yang menghadirkan alam Indonesia melalui perspektif hiburan yang relevan dengan generasi masa kini.
Diharapkan cerita yang dihadirkan dapat membuat generasi baru kembali melihat alam bukan sekadar sebagai latar kehidupan, tetapi sebagai sesuatu yang dekat, hidup, dan menjadi bagian penting dari perjalanan manusia.
Melalui pendekatan hiburan (entertainment), Rano menyebut alam hadir sebagai bagian dari dunia cerita, perjalanan karakter, konflik, rasa ingin tahu, dan pengalaman emosional yang dibangun sepanjang kisah.
“Sebetulnya ini penyadaran kepada kita semua bahwa betapa pentingnya alam, bukan hanya hutan dengan segala isinya. Dan kedua mungkin, ini kan sebetulnya buat anak-anak, buat cucu supaya mereka mengenal bagaimana bisa mencintai lingkungan, karena memang segmen ini saya lebih pendekatan kepada anak-anak,” ujar dia.
Direktur Utama Karnos Visual Magic Anton Soeharyo menyebut kekuatan Rimba Raya berada pada kemampuannya untuk mengajak penonton menikmati sebuah cerita terlebih dahulu.
Dari pendekatan tersebut dia berharap akan muncul rasa ingin tahu tentang hutan, kehidupan yang ada di dalamnya, hubungan manusia dengan alam, dan tentang apa yang mungkin hilang ketika hubungan tersebut perlahan menjauh dari kehidupan sehari-hari dalam benak generasi muda.
Serial itu juga diharapkan dapat menjadi pemantik dari adanya pemikiran bahwa manusia berperan dalam membangun kembali hubungan yang sehat dengan alam tanpa merusak segala isinya.
“Rimba Raya kami kembangkan sebagai sebuah karya entertainment yang menjadikan alam bukan sekadar latar, tetapi bagian penting dari perjalanan ceritanya,” kata Anton.
Serial “Rimba Raya” digarap oleh Karnos Visual Magic berkolaborasi dengan Vidio dan Artha Graha Peduli. Nantinya, akan ditayangkan secara perdana di platform Vidio pada 17 Agustus 2026.
Baca juga: Rano sebut sinergi dengan BI DKI perkuat ekosistem film
Baca juga: Rano Karno nilai AI penting untuk bantu UMKM Jakarta membaca pasar
Baca juga: Rano: Kota Kopenhagen jadi inspirasi Jakarta tata kawasan bersejarah
“Lihatlah anak-anak, ya mungkin tidak usah melihat terlalu jauh, cucu saya. Dia tahu harimau tapi tidak tahu bentuknya, segala macam,” kata Rano Karno dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Pria yang lekat dengan karakter Doel dari serial televisi hit berjudul “Si Doel Anak Betawi” itu mengatakan bahwa gagasan awal dari cerita “Rimba Raya” berasal dari adanya perubahan cara generasi baru berinteraksi dengan dunia dan semakin jauhnya pengalaman langsung dengan alam.
Gagasan tersebut kemudian dikembangkan menjadi dunia, karakter, dan perjalanan cerita dari karakter Rimba dan Raya.
Baca juga: Rano Karno dorong Jakarta jadi kota kreatif global
Baca juga: Rano Karno sebut seni punya peran penting bentuk identitas kota
Dia menyampaikan serial itu memiliki kekuatan pada cara bercerita yang menghadirkan alam Indonesia melalui perspektif hiburan yang relevan dengan generasi masa kini.
Diharapkan cerita yang dihadirkan dapat membuat generasi baru kembali melihat alam bukan sekadar sebagai latar kehidupan, tetapi sebagai sesuatu yang dekat, hidup, dan menjadi bagian penting dari perjalanan manusia.
Melalui pendekatan hiburan (entertainment), Rano menyebut alam hadir sebagai bagian dari dunia cerita, perjalanan karakter, konflik, rasa ingin tahu, dan pengalaman emosional yang dibangun sepanjang kisah.
“Sebetulnya ini penyadaran kepada kita semua bahwa betapa pentingnya alam, bukan hanya hutan dengan segala isinya. Dan kedua mungkin, ini kan sebetulnya buat anak-anak, buat cucu supaya mereka mengenal bagaimana bisa mencintai lingkungan, karena memang segmen ini saya lebih pendekatan kepada anak-anak,” ujar dia.
Direktur Utama Karnos Visual Magic Anton Soeharyo menyebut kekuatan Rimba Raya berada pada kemampuannya untuk mengajak penonton menikmati sebuah cerita terlebih dahulu.
Dari pendekatan tersebut dia berharap akan muncul rasa ingin tahu tentang hutan, kehidupan yang ada di dalamnya, hubungan manusia dengan alam, dan tentang apa yang mungkin hilang ketika hubungan tersebut perlahan menjauh dari kehidupan sehari-hari dalam benak generasi muda.
Serial itu juga diharapkan dapat menjadi pemantik dari adanya pemikiran bahwa manusia berperan dalam membangun kembali hubungan yang sehat dengan alam tanpa merusak segala isinya.
“Rimba Raya kami kembangkan sebagai sebuah karya entertainment yang menjadikan alam bukan sekadar latar, tetapi bagian penting dari perjalanan ceritanya,” kata Anton.
Serial “Rimba Raya” digarap oleh Karnos Visual Magic berkolaborasi dengan Vidio dan Artha Graha Peduli. Nantinya, akan ditayangkan secara perdana di platform Vidio pada 17 Agustus 2026.
Baca juga: Rano sebut sinergi dengan BI DKI perkuat ekosistem film
Baca juga: Rano Karno nilai AI penting untuk bantu UMKM Jakarta membaca pasar
Baca juga: Rano: Kota Kopenhagen jadi inspirasi Jakarta tata kawasan bersejarah






Komentar (0)