Ulat Hongkong Bisa Jadi Ladang Bisnis Menggiurkan, Modal Rp1 Juta Sudah Bisa Mulai

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Budidaya ulat hongkong bisa menjadi salah satu ide bisnis rumahan bagi Anda yang ingin mencoba usaha dari sektor peternakan tanpa membutuhkan lahan luas. Ulat hongkong atau Tenebrio molitor dikenal sebagai salah satu pakan yang banyak digunakan untuk burung, ikan dan reptil.

Berbeda dengan ternak berukuran besar, pemeliharaan ulat hongkong dapat dilakukan menggunakan kotak atau nampan yang disusun pada rak. 

Baca Juga :
7 Laptop Bekas yang Masih Layak Dipakai di 2026, Cocok untuk Kerja, Bisnis, hingga Hiburan Setelah Jam Kantor
Dari Kain Perca Sampai Kardus, Barang-barang Sisa Ini Bisa Jadi Ladang Bisnis Kreatif yang Menghasilkan

Namun, usaha ini tetap membutuhkan ketelitian karena peternak harus memperhatikan kebersihan, pakan, suhu serta siklus hidup ulat agar produksi dapat berlangsung terus. Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dihimpun Viva pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Cara Memulai Bisnis Budidaya Ulat Hongkong

1. Siapkan tempat budidaya
   
Anda tidak membutuhkan kandang besar untuk memulai. Kotak plastik, nampan atau kotak kayu dapat digunakan sebagai wadah. Jika ingin menghemat tempat, wadah dapat disusun bertingkat menggunakan rak. Pilih ruangan yang teduh, memiliki sirkulasi udara baik dan tidak terkena sinar matahari langsung. Lingkungan yang terlalu panas atau terlalu lembap dapat mengganggu perkembangan ulat.

2. Siapkan bibit dan media
   
Bibit dapat berupa ulat hongkong yang nantinya dikembangkan hingga menjadi pupa dan kumbang. Kumbang kemudian digunakan sebagai indukan untuk menghasilkan telur. Media pemeliharaan sekaligus pakan kering dapat menggunakan dedak atau pollard. Sebagian peternak juga menggunakan kombinasi bahan pakan lain sesuai kebutuhan.

3. Pahami empat fase hidupnya
  
Salah satu hal penting dalam bisnis ulat hongkong adalah memahami siklus hidupnya. Serangga ini melewati fase telur, larva, pupa dan kumbang dewasa. Larva merupakan bagian yang umumnya dijual sebagai pakan. Sementara itu, sebagian larva perlu dipertahankan agar berkembang menjadi pupa dan kumbang sehingga dapat menghasilkan generasi baru. Dengan mempertahankan indukan, Anda dapat membangun siklus produksi sendiri dan tidak harus terus membeli bibit baru.

4. Berikan pakan dan sumber air
   
Pakan kering seperti dedak dapat menjadi salah satu bahan utama. Untuk memenuhi kebutuhan air, bahan seperti wortel, kentang atau sayuran dengan kadar air cukup dapat diberikan dalam jumlah terkontrol. Pemberian bahan yang terlalu basah sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan kelembapan dan memicu masalah kebersihan.

Baca Juga :
17 Agustus Tinggal 3 Hari Lagi, Ini 20 Ide Jualan yang Bisa Jadi Peluang Cuan
Sudah Mendekati Masa Pensiun? Ini 16 Ide Bisnis Modal Rp5 Juta yang Bisa Jadi Sumber Cuan Baru
Tekan Emisi hingga 21 Persen, SIG Akselerasi Target Bisnis Berkelanjutan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Smartfren Perluas Unlimited 5G, Kini Hadir di Makassar
• 20 jam lalu
0
thumb
Jelang HUT ke-81 RI, Jepang Kalah dari Sekutu Jadi Titik Balik Kemerdekaan Indonesia, Begini Kisahnya
• 23 jam lalu
0
thumb
Pembeli New Suzuki XL7 Tembus 1.300 Unit 2 Pekan Setelah Debut
• 8 jam lalu
0
thumb
Komisi V Minta Evakuasi Korban Jadi Fokus Utama Terkait Penanganan Gempa di NTT
• 15 jam lalu
0
thumb
Prabowo Akan Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa Bumi NTT
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.