Komisi V Minta Evakuasi Korban Jadi Fokus Utama Terkait Penanganan Gempa di NTT

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ketua Komisi V DPR Lasarus meminta evakuasi korban menjadi fokus utama pemerintah usai gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8).

“Evakuasi korban, itu yang utama dulu. Upaya penyelamatan terhadap seluruh kemungkinan adanya korban di semua tempat wilayah terdampaklah. Saya sudah koordinasi juga dengan Basarnas, kami juga koordinasi terus dengan BMKG. Karena gempa susulannya juga cukup besar,” kata Lasarus kepada kumparan, Sabtu (15/8).

Lasarus pun menyoroti gempa susulan yang masih terus terjadi di wilayah NTT. Bahkan, menurutnya, hal itu juga meningkatkan dampak yang akhirnya dirasakan oleh warga.

“Jadi gempa pertamanya kan gede, terus di susulan pun masih di atas 6 skala Richter. Di 6 skala Richter itu sangat menghancurkan itu. Jadi sudah hancur kena gempa yang pertama, susul gempa yang kedua juga besar. Akhirnya tambah ambruk bangunan-bangunan itu. Jadi upaya evakuasi itu yang utama dulu. Jadi penyelamatan jiwa dulu yang penting,” ungkap Lasarus.

“Baru selanjutnya nanti kita disambari terus BMKG melakukan monitoring dan memberi informasi yang cepat ya kepada seluruh masyarakat di wilayah terdampak itu,” lanjutnya.

Lasarus menilai, kondisi dari gempa berkekuatan 7,7 magnitudo menyebabkan dampak yang sudah sangat begitu besar. Menurutnya, gempa susulan yang mencapai angka 6,2 magnitudo makin memperparah kondisi yang dialami warga.

“Susulannya sudah kemarin. Kan susulannya tuh yang terbesar tuh 6 koma. Gempa susulannya itu sudah lebih dari, kalau nggak salah saya dapat informasi kemarin sudah lebih dari 20 kali gempa susulannya, setelah gempa pertama. Dan yang terbesar tuh 6 koma. 6 koma skala Richter, 6 koma berapa gitu saya lupa ya. Tapi itu sangat besar,” tutur Lasarus.

“Jadi, dalam posisi gedung yang 6 koma sekian skala Richter aja sudah cukup merusak. Apalagi 6 koma sekian skala Richter itu datang di saat setelah 7 koma sekian skala Richter. Jadi, setelah gempa pertama hancur, dihancurin lagi. Sama gempa yang kedua cukup besar, bahkan ada gempa-gempa lagi susulan,” sambung dia.

Lasarus pun mengingatkan Basarnas untuk fokus terlebih dulu mengevakuasi korban, apalagi jika masih ada yang terjebak akibat reruntuhan bangunan.

“Fokus di evakuasi dulu, evakuasi korban, pertolongan pertama. Tadi maka kami sudah koordinasi dengan Basarnas untuk supaya melakukan langkah-langkah ya operasi sesuai SOP lah yang ada di Basarnas untuk pertolongan pertama dan bantuan mungkin kalau ada korban yang terjebak di bangunan dan seterusnya gitu loh,” katanya.

Lasarus mengaku pihaknya baru mendapatkan informasi dari wilayah Labuan Bajo. Ia pun meminta pemerintah untuk menanggapi keadaan yang dinilainya darurat ini.

“Karena ini kejadiannya baru banget. Jadi untuk dan di sana kan wilayahnya kan pulau-pulau, ya luas ya terdampak ya. Jadi belum bisa kita update terlalu jauh. Kita baru dapat informasi sedikit dari Labuan Bajo aja. Nah, Labuan Bajo mungkin karena tempatnya ramai ya. Jadi mudah kita dapat informasi ya. Tapi itu masih sepotong-potong,” ungkap Lasarus.

“Jadi intinya, kami minta kepada pemerintah untuk tanggap daruratnya dulu diutamakan, gitu,” kata dia.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi dan validasi di lapangan.

"Korban meninggal dunia sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, Kabupaten Manggarai enam orang dan Kabupaten Manggarai Timur lima orang," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (15/8).

Sementara korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2 ribu warga melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengabdian Masyarakat Dorong Produk Bandeng dan Mangrove Pesisir Karawang
• 18 jam lalu
0
thumb
2 Insiden Kereta Tergelincir Terjadi di Inggris Dalam Sehari, 2 Orang Terluka
• 15 jam lalu
0
thumb
Tsunami Hampir 1 Meter Terjadi di Maurole Ende usai Gempa M7.7 NTT
• 11 jam lalu
0
thumb
Pejabat Israel Kaget dengan Kecepatan Iran Pulihkan Kekuatan Militer
• 19 jam lalu
0
thumb
Dibintangi Jeon Do Yeon, Netflix Rilis Potret Adegan Terbaru Film Possible Love
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.