JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengirimkan 50.000 paket sembako untuk korban yang terdampak akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, bantuan itu dikirim kepala negara melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
"Kemudian dari Bapak Presiden lewat Kementerian Sekretariat Negara juga sudah akan mengirimkan di satu, dua hari ini, 50.000 paket sembako," ucap Suharyanto, saat konferensi pers virtualnya, Sabtu (15/8/2026).
Selain bantuan logistik, BNPB akan mengaktifkan posko penanggulangan bencana setelah berkoordinasi dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan instansi terkait.
Baca juga: Logistik untuk Korban Gempa NTT Masih Kurang
Menurut Suharyanto, penyelamatan warga menjadi prioritas utama, terutama mereka yang masih membutuhkan pertolongan atau diduga terjebak di dalam bangunan.
"Prioritas utama saat ini, sesuai informasi Bapak Gubernur, adalah penyelamatan masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan atau terjebak di bangunan," kata dia.
Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, mulai dari makanan, air minum, air bersih, tenda pengungsian hingga genset.
Baca juga: Update Data Korban Gempa NTT Pukul 15.00 WIB: 38 Tewas, 13 Luka-luka
"Logistik awal bagi masyarakat terdampak, logistik dasar seperti makan, minum, air bersih, tenda tempat berlindung, genset, dan lain sebagainya, tentu saja kondisi di lapangan masih kurang. Ini terus akan didorong," ucap dia.
Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, jumlah korban ini BNPB dapatkan berdasarkan data yang lembaganya himpun pada pukul 15.00 WIB.
Baca juga: Kepala BMKG: Tercatat 235 Gempa Susulan di Pulau Flores, NTT hingga Pukul 14.00
"Sampai dengan pukul 15.00 WIB sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian 2 jiwa luka berat, 11 luka ringan," kata Suharyanto, dalam jumpa pers secara daring pada Sabtu.
Selain korban jiwa, sejumlah warga terdampak dilaporkan mengungsi secara mandiri.
"Kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri," ucap dia.
Untuk kerusakan, BNPB mencatat sejumlah ruas jalan tertutup longsor akibat gempa.
Namun, data kerusakan jalan masih dalam pendataan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




Komentar (0)