Reli Harga Emas Berakhir? Ini Prediksi untuk Pekan Depan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih akan menjadi perhatian pelaku pasar pada pekan depan. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, harga emas berpotensi memasuki fase koreksi setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa pekan terakhir. 

Meskipun demikian, pelemahan tersebut diperkirakan masih bersifat teknikal karena secara fundamental sentimen terhadap emas tetap relatif positif. Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pelaku pasar perlu mencermati peluang terbentuknya koreksi jangka pendek sebelum tren utama kembali menemukan arah berikutnya.

"Dari sisi fundamental, prospek emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan setelah data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat periode Juli menunjukkan tidak adanya kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Data tersebut memperkuat pandangan pasar bahwa tekanan inflasi mulai mereda sehingga peluang Federal Reserve (The Fed) untuk kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September semakin kecil. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih dovish tersebut menjadi salah satu faktor yang menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. 

"Kondisi ini juga berpotensi membatasi penguatan dolar AS dan menjaga minat investor terhadap logam mulia," ungkapnya.

Meski demikian, Dupoin Futures menilai bahwa sentimen positif tersebut belum tentu langsung mendorong harga emas melanjutkan kenaikan dalam waktu dekat. Setelah mencatat penguatan yang signifikan dan sempat menyentuh level tertinggi dalam sekitar dua bulan terakhir, peluang munculnya aksi profit taking dinilai cukup besar. 

"Aksi ambil untung tersebut dapat memicu tekanan jual sementara sebelum pasar kembali mencari keseimbangan baru. Fenomena ini lazim terjadi ketika harga telah naik cukup tajam dalam waktu singkat sehingga sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan," kata dia.

Baca Juga :

Emas UBS dan Galeri 24 Kompak Naik, Cek Daftar Harganya

(Ilustrasi. Foto: Unplash) Emas masih dalam tren melemah Secara teknikal, Geraldo melihat bahwa emas (XAUUSD) pada time frame Daily mulai memperlihatkan sinyal pelemahan. Harga berhasil membentuk swing high baru, namun belum mampu mempertahankan momentum kenaikannya. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli mulai berkurang setelah reli yang berlangsung beberapa waktu terakhir. Dalam analisis teknikal, terbentuknya swing high sering menjadi indikasi bahwa pasar mulai memasuki fase konsolidasi atau koreksi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

"Selain itu, pergerakan harga saat ini juga membentuk secondary trend yang mengarah ke bawah," ujarnya.

Menurut Dupoin Futures, skenario ini membuka peluang bagi emas (XAUUSD) untuk bergerak menuju support 4.220, yang sekaligus menjadi demand zone penting. Area tersebut diperkirakan menjadi titik yang akan dicermati pelaku pasar karena berpotensi memunculkan kembali minat beli apabila tekanan jual mulai mereda. Indikator Stochasti memperkuat proyeksi penurunan emas Saat ini indikator bergerak turun menuju area oversold, yang menunjukkan momentum bearish mulai meningkat dalam jangka pendek. Meski kondisi oversold nantinya dapat membuka peluang terjadinya rebound, Dupoin Futures menilai tekanan jual masih memiliki ruang untuk berlanjut selama belum muncul sinyal pembalikan arah yang lebih kuat.

Geraldo menegaskan, koreksi yang diproyeksikan terjadi pada pekan depan belum mengubah kecenderungan jangka menengah secara keseluruhan. Pelemahan yang terjadi lebih dipandang sebagai proses penyesuaian harga setelah kenaikan tajam sebelumnya. Dalam tren yang sehat, fase koreksi sering kali menjadi bagian dari proses konsolidasi sebelum pasar kembali melanjutkan tren utamanya.

Selain faktor teknikal, ia menyebut, perhatian investor pada pekan depan juga akan tertuju pada perkembangan ekonomi Amerika Serikat, terutama data inflasi lanjutan, kondisi pasar tenaga kerja, serta komentar dari para pejabat Federal Reserve.

"Setiap perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga akan berdampak langsung terhadap pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, yang selama ini menjadi dua faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas," ujar dia.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) masih memiliki fundamental yang cukup solid berkat meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan mengambil sikap yang lebih dovish setelah data PPI Juli dirilis lebih lemah dari perkiraan pasar. Namun, setelah reli yang cukup kuat, peluang profit taking diperkirakan akan mendominasi pergerakan dalam jangka pendek. 

Dari sisi teknikal, terbentuknya swing high, munculnya secondary trend bearish, serta indikator Stochastic yang bergerak menuju area oversold membuat emas (XAUUSD) diproyeksikan berpotensi menguji support 4.220 pada pekan depan sebelum menentukan arah tren selanjutnya. 

"Dengan demikian, investor disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil posisi baru," katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Netanyahu Sindir Inggris sebagai Republik Islam , Hubungan dengan Israel Memanas
• 13 jam lalu
0
thumb
3 Solusi Deteksi Kebocoran Gas Berbasis Drone untuk Industri Migas di Indonesia
• 8 jam lalu
0
thumb
Desa wisata dipromosikan jadi daya tarik wisata edukasi pada Australia
• 12 jam lalu
0
thumb
Orang Pajak Tertangkap Korupsi Lagi, Ini Kata Purbaya Soal Pendampingan
• 21 jam lalu
0
thumb
Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Diwarnai Kericuhan
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.