Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut masih banyak rumah tidak layak huni (rutilahu) di Jawa Barat yang membutuhkan perbaikan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini membuka akses bagi masyarakat untuk melaporkan kondisi rumah melalui fitur Imah Aing pada aplikasi Sapawarga.
Dedi mengatakan, ia masih menemukan banyak rutilahu di Jawa Barat melalui berbagai laporan dan pantauan di media sosial. Namun, pemerintah belum mendata seluruh rumah tersebut sebagai penerima program rehabilitasi.
Karena itu, Dedi meminta masyarakat melaporkan rumah yang membutuhkan perbaikan melalui fitur Imah Aing. Pemerintah dapat menggunakan laporan tersebut untuk memperbarui data dan menentukan rumah yang memenuhi kriteria bantuan.
“Silakan manfaatkan akses ini untuk menyelesaikan berbagai masalah ketidaklayakan rumah,” kata Dedi, Jumat (14/8/2026).
Masyarakat yang ingin mengajukan bantuan perlu memasukkan sejumlah data melalui fitur Imah Aing. Data tersebut meliputi kartu tanda penduduk (KTP) calon penerima, alamat rumah, titik koordinat rumah, nomor ponsel penerima, serta foto kondisi rumah dari tampak depan, kiri, kanan, dan belakang.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Usul Keluarga Bergaji Rp10 Juta/bulan Dapat KIP
Baca Juga: Dedi Mulyadi Rombak Peserta Upacara Kemerdekaan HUT RI: Kini Tak Lagi Libatkan Pelajar dan ASN
Pemprov Jabar memastikan masyarakat tidak perlu membayar biaya untuk mendapatkan perbaikan rutilahu. Pemerintah menjalankan program tersebut secara gratis bagi warga yang memenuhi ketentuan penerima bantuan.
Dedi berharap masyarakat memanfaatkan fitur Imah Aing untuk mempercepat pendataan rutilahu di Jawa Barat. Pemerintah juga dapat menggunakan data tersebut untuk memperluas penanganan rumah yang membutuhkan rehabilitasi.
"Program perbaikan rutilahu ini menargetkan peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat. Pemerintah berharap rumah yang lebih layak dapat mendukung peningkatan kualitas hidup warga Jawa Barat,"pungkasnya






Komentar (0)