REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dompet Dhuafa (DD) mengirim tim untuk menyisir wilayah yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang berpusat di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kedalaman 10 kilometer.
Sejumlah wilayah yang telah disisir, di antaranya Nagekeo/Mbay, Sikka, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Alor, Lembata, dan wilayah lainnya yang masih dalam pemantauan.
Baca Juga
Badan Geologi Temukan Indikasi Likuifaksi Usai Gempa NTT
"Tim mulai bergerak dari LKC (Layanan Kesehatan Cuma-cuma) hingga tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dari pagi tadi untuk membantu, merespons dan menangani masyarakat terdampak gempa hari ini," kata Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini dalam keterangan di Jakarta, Sabtu(15/8/2026).
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini menyampaikan paparan saat acara Refleksi Masa Lalu Menatap Masa Depan Dompet Dhuafa di Gedung Philanthropy, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Republika/Thoudy Badai)
Ahmad menyebut timnya menerjunkan relawan untuk melakukan asesmen terkait kebutuhan darurat, seperti dapur umum maupun kebutuhan dasar lainnya yang dibutuhkan warga terdampak. Sementara itu, tim LKC Dompet Dhuafa mendirikan pos kesehatan di Ronting, NTT.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Salah satu anggota tim DMC Muhidur menjelaskan salah satu bangunan yang terdampak, di antaranya Masjid Al Istiqomah Ronting atau yang biasa disebut Masjid Kubah Merah Putih di Kecamatan Lemba, Manggarai Timur.
"Inilah keadaan setelah gempa yang berkekuatan M7,7 kondisi masjid roboh dan hampir rata dengan tanah. Ini menggambarkan dampak yang dahsyat akibat gempa yang mengguncang. Air laut sempat naik hingga bibir pantai,"ujar Muhidur.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
Komentar (0)