Ramallah: Pendaftaran dan pembaruan data pemilih untuk pemilu legislatif Palestina mulai dibuka di Tepi Barat pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 28 November mendatang, yang akan menjadi pemilu legislatif pertama Palestina dalam hampir 20 tahun.
Dikutip dari Anadolu Agency, pusat-pusat pendaftaran mulai dibuka untuk masyarakat pada Sabtu pagi. Menurut jadwal Komisi Pemilihan Umum Palestina, proses pendaftaran akan berlangsung hingga Rabu malam pekan depan.
Komisi Pemilihan Umum Palestina mengimbau warga yang telah memenuhi syarat tetapi namanya belum tercantum dalam daftar pemilih untuk melakukan pendaftaran. Pemilih yang sudah terdaftar juga diminta memperbarui data apabila terdapat informasi yang perlu dikoreksi.
Komisi menegaskan pendaftaran merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pemilu.
Pemilu legislatif akan digelar di Tepi Barat dan Jalur Gaza, termasuk wilayah Yerusalem. Warga Palestina berusia 17 tahun ke atas dapat mendaftarkan diri sebagai pemilih.
Namun, proses pembaruan data hanya dilakukan di Tepi Barat. Untuk warga Gaza, data pemilih akan diperbarui secara otomatis berdasarkan daftar penduduk sipil Palestina. Pemilu Pertama sejak 2006 Pemilu mendatang akan menjadi pemilu legislatif Palestina pertama sejak 2006.
Pemilu tersebut berlangsung setelah hampir dua dekade perpecahan politik internal Palestina serta perang di Gaza. Karena itu, pemungutan suara dipandang sebagai ujian terhadap upaya membangun kembali institusi Palestina dan memperbarui legitimasi politiknya.
Hamas juga menyatakan akan berpartisipasi dalam pemilu.
Anggota biro politik Hamas Husam Badran mengatakan pada Rabu lalu bahwa kelompok tersebut akan mengikuti pemilu “dalam koalisi nasional seluas mungkin”.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebelumnya menetapkan 28 November sebagai tanggal pemilu legislatif melalui dekret yang diterbitkan pada 9 Juli.
Sementara itu, tanggal pemilu presiden belum ditetapkan. Pemungutan suara untuk memilih presiden direncanakan berlangsung pada kuartal pertama 2027.
Menurut jadwal Komisi Pemilihan Umum, pendaftaran calon anggota legislatif akan berlangsung pada 26 September hingga 7 Oktober.
Kampanye pemilu kemudian dijadwalkan dimulai pada 6 November, atau sekitar tiga pekan sebelum pemungutan suara pada 28 November.
Pemilu ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali proses politik Palestina setelah periode panjang tanpa pemilu legislatif. Namun, pelaksanaannya juga menghadapi tantangan besar, terutama terkait kondisi keamanan di Gaza, perpecahan politik antara faksi-faksi Palestina, serta situasi di wilayah yang berada di bawah pendudukan Israel.
Baca juga: Mahmoud Abbas Kembalikan Kursi Parlemen Palestina Jadi 132 Jelang Pemilu





Komentar (0)