Gempa NTT M 7,7, Kemensos Kerahkan Bantuan dan Utamakan Keselamatan Warga

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan Kementerian Sosial (Kemensos) terus bergerak menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi.

Kemensos telah mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), sekaligus menggerakkan bantuan logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

"Sejak informasi gempa kami terima, jajaran Kemensos langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana di lapangan. Fokus utama sekarang adalah penyelamatan dan perlindungan warga terdampak, memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, serta mempercepat pendataan korban," kata Gus Ipul, dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan laporan sementara yang diterima Kemensos hingga pukul 15.40 WIB, gempa berdampak pada sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak, sementara jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan.

Data sementara juga mencatat 38 orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka, serta dua orang dilaporkan tertimbun. Gus Ipul menegaskan angka tersebut masih terus diverifikasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

"Saya sudah minta seluruh jajaran di lapangan bekerja cepat, tetapi tetap memastikan datanya akurat. Prioritas pertama tentu korban yang membutuhkan pertolongan, kemudian pengungsi, kelompok rentan, serta keluarga yang kehilangan tempat tinggal," ujarnya.

Sejumlah titik pengungsian sementara telah disiapkan, antara lain di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng. Tim gabungan juga terus melakukan asesmen terhadap kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kebutuhan mendesak masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Kemensos telah menggerakkan bantuan logistik dengan nilai keseluruhan sekitar Rp4,52 miliar.

Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai lebih dari Rp1,01 miliar digerakkan menuju Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut antara lain berupa velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, tenda serbaguna, dan kids ware.

Selain itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menggerakkan bantuan senilai sekitar Rp541,6 juta menuju Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur berupa tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna.

Kemensos juga menambah pasokan dari Gudang Pusat Bekasi. Dua pengiriman dengan total nilai sekitar Rp2,96 miliar tengah disiapkan menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang.

Bantuan tambahan tersebut mencakup 6.000 paket makanan siap saji, tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.

"Logistik yang tersedia di daerah langsung kita gerakkan agar masyarakat tidak menunggu. Pada saat yang sama, stok dari pusat juga kita dorong untuk memperkuat kebutuhan beberapa hari ke depan. Jangan sampai warga terdampak kekurangan makanan, tempat berlindung, maupun kebutuhan dasar lainnya," kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga meminta Tagana bersama pemerintah daerah terus melakukan asesmen dan membantu evakuasi, pendirian tenda darurat, pelayanan pengungsian, hingga pengoperasian dapur umum sesuai kebutuhan di lapangan.

Khusus korban meninggal dunia, Kemensos tengah melakukan verifikasi dan validasi bersama pemerintah daerah. Setelah data dinyatakan lengkap, Kemensos akan menyalurkan santunan kepada ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kemensos akan memastikan hak-hak korban ditangani sesuai ketentuan. Tim saat ini sedang melakukan verifikasi dan validasi agar penyalurannya dapat segera dilakukan," ujar Gus Ipul.

Ia mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak, serta mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG.

"Yang paling penting sekarang keselamatan. Jangan masuk ke bangunan yang kondisinya belum dipastikan aman. Ikuti arahan petugas dan informasi resmi. Kemensos bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus berada di lapangan mendampingi masyarakat sampai situasi benar-benar tertangani," kata Gus Ipul.

Gempa terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA dengan episenter di laut sekitar 30-38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan dan kemudian diakhiri setelah ancaman dinyatakan berlalu.

Hingga Sabtu sore, proses pendataan korban, pengungsi, serta kerusakan masih berlangsung. Data yang dihimpun Kemensos bersifat sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil verifikasi lapangan.




(akn/ega)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Fakta Pengiran Raabiatul Adawiyyah
• 10 jam lalu
0
thumb
Detik-detik Iko Uwais Dipilih Jackie Chan Jadi Juri Film Aksi Internasional di China, Suami Audy Item Bangga Bukan Main!
• 15 jam lalu
0
thumb
3 Shio Ini Ketiban Rezeki Tak Terduga 16 Agustus 2026: Kambing Serasa Menang Undian
• 7 jam lalu
0
thumb
Gempa NTT Picu Peringatan Tsunami, Warga di 8 Wilayah Diminta Evakuasi
• 13 jam lalu
0
thumb
Gempa M 7,7 NTT, Pakar Geologi UGM Soroti Sesar Naik Busur Belakang Flores | KOMPAS PETANG
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.