Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan salah satu kapal tanker minyaknya diserang saat melintasi Selat Hormuz. Ini merupakan insiden terbaru di jalur perairan yang menjadi pusat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Teheran memberlakukan blokade efektif terhadap Selat Hormuz sejak perang dimulai pada akhir Februari lalu. Pasukan militer Iran melancarkan serangan terhadap kapal-kapal komersial, yang mereka klaim tidak melewati rute yang ditetapkan di jalur pelayaran vital bagi pasokan energi global tersebut.
Iran ingin memungut biaya transit bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Langkah tersebut ditentang keras oleh AS.
Perusahaan Minyak nasional Abu Dhabi (ADNOC), seperti dilaporkan kantor berita WAM dan dilansir AFP, Sabtu (15/8/2026), telah "mengonfirmasi bahwa salah satu kapalnya diserang saat melintasi Selat Hormuz pada Jumat malam, 14 Agustus".
Dilaporkan tidak ada korban luka akibat serangan tersebut.
Dalam pernyataannya, ADNOC hanya menekankan pentingnya melindungi para pelaut dan menjaga kebebasan navigasi serta keamanan maritim.
Namun ADNOC tidak menyebutkan lebih lanjut soal sumber serangan atau dugaan dalang di balik serangan tersebut.
(nvc/idh)






Komentar (0)