JAKARTA, KOMPAS.TV - Advokat Indonesia-Australia Denny Indrayana mengungkap risiko yang mungkin dihadapinya karena mempertanyakan dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Denny menyebut dirinya siap menghadapi berbagai risiko, termasuk kemungkinan dikriminalisasi, demi menegakkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran.
Denny kemudian menyinggung kondisi kebebasan kritik di Indonesia yang menurutnya berisiko.
“Di Republik yang sekarang kritik itu dianggap barang haram, londo ireng, antek asing, berisiko kami. Tapi kami harus menyatakan ini walaupun hanya satu ayat.”
Denny menyebut persoalan yang ia soroti bukan sekadar tentang Gibran sebagai pribadi.
Menurutnya, yang dipertaruhkan adalah kehormatan posisi Wakil Presiden. Menurut Denny, dirinya justru ingin posisi Wakil Presiden tetap dihormati dan tidak dipermainkan melalui perubahan aturan.
Sementara itu, Andi Azwan mempertanyakan dasar keraguan terhadap dokumen pendidikan Gibran.
Andi menyebut pihak yang menerbitkan surat keterangan seharusnya memiliki data dan bukti pendukung.
Andi juga menilai persoalan pendidikan yang ditempuh di luar negeri tidak bisa begitu saja dibandingkan dengan sistem pendidikan di dalam negeri.
Andi kemudian meragukan akan ada peserta yang mengikuti sayembara pembuktian ijazah Gibran.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://www.youtube.com/watch?v=LSRN9sqT1K0
#gibran #ijazah #wapres
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- rosi
- gibran
- wapres
- ijazah
- jokowi






Komentar (0)