Gus Kikin Siap Maju sebagai Ketua Umum PBNU, Usung Penguatan Qanun Asasi

pantau.com
57 menit lalu
Cover Berita

Pantau - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah mendapat dorongan sekaligus penugasan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Dalam pencalonannya, Gus Kikin membawa agenda memperkuat kembali Qanun Asasi sebagai landasan nilai dalam kehidupan dan tata kelola organisasi NU.

Gagasan tersebut disampaikan Gus Kikin saat berkunjung ke Makassar dan bertemu dengan ratusan kader NU dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat pada Jumat malam, 14 Agustus 2026.

Gus Kikin Bawa Qanun Asasi dalam Silaturahmi ke Makassar

Kunjungan Gus Kikin ke Makassar dilakukan untuk bersilaturahmi dengan kader, ulama, dan sesepuh NU sekaligus menyampaikan kembali keberadaan Qanun Asasi.

"Ke Makassar ini satu silaturahim. Kedua, saya menyampaikan ada buku Qanun Asasi," ungkap Gus Kikin.

Menurut Gus Kikin, Qanun Asasi merupakan dokumen dasar yang pernah menjadi pedoman NU pada masa awal berdirinya organisasi tersebut.

Dokumen itu kemudian disebut tidak lagi ditemukan sebelum akhirnya berhasil ditemukan kembali.

Gus Kikin berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Qanun Asasi dapat kembali diterapkan dalam kehidupan dan tata kelola organisasi NU.

"Mudah-mudahan bisa diaplikasikan lagi di NU. Supaya NU nanti itu jadi guyub, jadi adem, jadi tenang semuanya," katanya.

Jika dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin menyebut salah satu misi utamanya adalah menghidupkan kembali nilai-nilai yang terdapat dalam Qanun Asasi.

Ditugaskan PWNU Jawa Timur Maju sebagai Ketua Umum PBNU

Gus Kikin menjelaskan kunjungannya ke sejumlah daerah merupakan bagian dari agenda silaturahmi setelah memperoleh penugasan dari PWNU Jawa Timur untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU.

"Saya ditugaskan oleh PWNU Jawa Timur untuk mencalonkan diri. Nah itu akhirnya sekarang inilah saya harus ke mana-mana ini," ujar Gus Kikin.

Ia menekankan kepemimpinan di lingkungan NU harus dipandang sebagai bentuk pengabdian atau khidmat kepada organisasi dan umat, bukan sebagai kesempatan untuk menikmati jabatan.

Menurut Gus Kikin, prinsip pengabdian tersebut telah diterapkan pada masa awal berdirinya NU dan turut membangun suasana organisasi yang guyub serta penuh kekeluargaan melalui Qanun Asasi.

Ia berpandangan konsep organisasi dan sistem kepengurusan NU saat ini perlu dibandingkan dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Qanun Asasi untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki.

Pencalonan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dengan demikian membawa agenda penguatan kembali Qanun Asasi sebagai landasan nilai organisasi dengan tujuan membangun NU yang lebih guyub, tenang, dan penuh kekeluargaan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Istana Pastikan Pemerintah Siaga Tangani Dampak Gempa M 7,7 di NTT
• 12 jam lalu
0
thumb
19 Ribu Pramuka Penggalang Berkumpul di Jambore Nasional ke-12
• 5 jam lalu
0
thumb
Gurita Punya Tiga Jantung? Ini Penjelasannya!-Serius Ini Hewan?
• 6 jam lalu
0
thumb
Presiden Ini Memerintah Sejak 1984, Mendadak "Hilang" Tak Berjejak
• 7 menit lalu
0
thumb
Mitigasi, Adaptasi, dan Risiko Bencana: Tiga Agenda, Satu Arah Pembangunan
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.