BIMA, KOMPAS.TV - Badan Penanggulangan Bencana Daerah, (BPBD) Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkap sejumlah bangunan di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima, A Faruk menyebut gempa tersebut dirasakan di wilayah Kota Bima dan mengakibatkan kerusakan pada bangunan rumah.
"Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat satu unit rumah mengalami rusak sedang di wilayah Rabangodu Selatan RT 03 RW 01 akibat guncangan gempa bumi," ungkapnya, Sabtu, via Antara.
Kerusakan lain tercatat di Gudang Bulog, terutama pada bagian dinding yang menyebabkan sejumlah karung beras di dalam gudang berjatuhan.
Kemudian, kerusakan juga terjadi pada plafon Masjid Hotel Mutmainnah.
Faruk menyatakan pihaknya masih terus mendata dampak gempa yang terjadi di wilayah tersebut.
Ia mengungkap, tim masih melakukan koordinasi dengan Tim Relawan Kebencanaan pada kelurahan setempat dan meninjau langsung lokasi kejadian.
Baca Juga: Update Gempa NTT M7.7, BNPB Sebut Ada 2 Korban Meninggal Dunia
Sementara itu, Kepala BPBD NTB Sadimin mengungkap masyarakat terdampak gempa butuh dukungan logistik.
"Kebutuhan mendesak berupa dukungan logistik bagi warga terdampak, terutama kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, dan perlengkapan kebutuhan keluarga," ujarnya di Mataram, Sabtu, seperti dilansir Antara.
Menurutnya, kondisi masyarakat terdampak masih dalam proses pemantauan.
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat juga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Selain itu, imbauan lainnya yakni agar masyarakat tetap mewaspadai kemungkinan gempa susulan.
Baca Juga: Kata Warga yang Terdampak Gempa NTT: Rasakan Guncangan Keras, Mengungsi ke Gunung
Diberitakan KompasTV sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap, gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Flores, NTT pada Sabtu pagi pukul 04.58 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M7,7 pada kedalaman 15 km dengan episenter gempa bumi berlokasi di laut pada jarak 30 km arah timur laut Nagekeo, NTT.
Dalam perkembangannya, BMKG menyatakan potensi tsunami akibat gempa itu berakhir, tetapi mengimbau masyarakat tetap waspada.
"Kami sudah sampaikan update terakhir bahwa peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, tetapi gempa susulan memang masih terjadi, dan untuk itu tentunya kami berharap masyarakat di sana untuk tetap waspada," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam konferensi pers BMKG, Sabtu.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : KompasTV, Antara
- gempa
- ntb
- kerusakan
- logistik
- bpbd






Komentar (0)