BMKG Bersama Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Kolaborasi untuk Percepat Pemulihan Gempa NTT

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) catat sebanyak 235 kali aktivitas gempa bumi susulan hingga pukul 14.00 WIB pasca gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Gempa susulan terdeteksi di sebelah utara Pulau Flores, NTT berkisar M2,5 hingga tertinggi M6,2.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menginformasukan bahwa BMKG terus meemantau pergerakan sesar secara real time.

BACA JUGA:Korban Jiwa Sementara Gempa M7.7 NTT 33 Jiwa, Puluhan Lainya Terluka

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa dahyat berkekuatan M7,7 dengan kedalaman 15 km terjadi di wilayah NTT.

Guncangan gempa memicu peringatan dini tsunami yang menerjang kawasan pesisir.

BMKG menguji sistem running model multi-skenario dan membagi status ancaman ke dalam kategori 'Siaga' (potensi tinggi 0,5 meter hingga 3 meter) serta 'Waspada' (ketinggian di bawah 0,5 meter). 

Namun, BMKG resmi mengakhiri seluruh Peringatan Dini Tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan muka laut mengonfirmasi kondisi air laut telah aman kembali.

Berdasarkan peta intensitas guncangan atau intensity map, BMKG mencatat sejumlah wilayah mengalami guncangan dengan tingkat intensitas tinggi.

BACA JUGA:Gempa NTT Rusak Pelabuhan hingga Bandara, Kemenhub Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Guncangan maksimum mencapai skala VII Modified Mercalli Intensity (MMI) di Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Riung, Kabupaten Ngada, Kota Ambai, serta berdasarkan hasil observasi mikro secara langsung di kawasan Manggarai dan Ruteng.

Sementara itu, intensitas VI MMI tercatat di Wolowae, Nagekeo, dan Kota Bajawa.

Adapun guncangan dengan skala V MMI dirasakan di sejumlah wilayah lainnya di sekitar kawasan terdampak.

Data tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi BMKG dalam melakukan kajian lebih lanjut terkait kondisi tanah dan tingkat kerentanan wilayah terhadap guncangan gempa.

BMKG Turunkan Tim Ahli ke Flores

Untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana, BMKG menerjunkan tim ahli guna melakukan survei pemetaan mikrozonasi dan makroanalisis.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pelatihan Tata Kelola Keuangan Perkuat Kemandirian PKBM
• 21 jam lalu
0
thumb
OJK: Daftar Mineral untuk Bursa Komoditas Sudah Ada, Tinggal Tunggu Perpres
• 22 jam lalu
0
thumb
Ekonom: Realistiskah Pertumbuhan 6 Persen?
• 11 jam lalu
0
thumb
Video: DPR Soal Subsidi Energi, Bansos dan Stimulus Kelas Menengah 2027
• 15 jam lalu
0
thumb
BAIC Indonesia Catat 407 SPK di GIIAS 2026, SUV Hybrid BJ30 HEV Terlaris
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.