Jakarta (ANTARA) - Kopi sachet atau kopi instan memang menjadi pilihan banyak orang karena praktis dan cepat diseduh. Di tengah kesibukan sehari-hari, minuman ini bisa dibuat hanya dengan menambahkan air panas.
Namun, terlalu sering atau terlalu banyak mengonsumsi kopi sachet ternyata juga perlu diperhatikan. Selain mengandung kafein, kopi instan atau kopi sachet umumnya memiliki bahan tambahan seperti gula dan krimer yang dapat memberikan dampak terhadap kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Kopi instan sendiri dibuat dengan memanggang biji kopi, kemudian menghancurkannya menjadi bubuk. Bubuk kopi tersebut selanjutnya diseduh dan dikeringkan kembali hingga menghasilkan bubuk kristal kopi.
Dalam proses pembuatannya, sejumlah bahan tambahan juga dapat diberikan untuk memperkaya rasa, seperti pemanis dan krimer. Pada beberapa produk, kandungan kopi murninya relatif lebih sedikit sehingga rasa kopi juga dapat berasal dari tambahan perisa.
Lantas, apa saja bahaya yang dapat mengintai jika Anda terlalu sering minum kopi sachet?
Baca juga: Konsumsi kopi dapat bantu jaga kesehatan jantung
1. Rentan terkena diabetes
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari kopi sachet adalah kandungan gula tambahannya.
Beberapa produk kopi instan dapat mengandung gula tambahan cukup tinggi. Dalam satu bungkus kopi instan, misalnya, kandungan gula bisa mencapai sekitar 13 gram.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan batas konsumsi gula harian maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari.
Artinya, satu sajian kopi instan dengan kandungan 13 gram gula sudah menyumbang lebih dari seperempat batas konsumsi gula harian.
Masalahnya, asupan gula sehari-hari tidak hanya berasal dari kopi. Makanan, minuman manis, camilan dan produk lainnya juga dapat menyumbang gula.
Jika konsumsi gula terlalu tinggi dan berlangsung dalam jangka panjang, risiko mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas dapat meningkat. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu faktor risiko diabetes tipe 2.
Karena itu, jika Anda terbiasa minum kopi sachet setiap hari, penting untuk memperhatikan kandungan gula pada kemasan dan menghitung total asupan gula dari makanan serta minuman lainnya.
Baca juga: Minum kopi sebelum atau sesudah makan? Ini waktu terbaik
2. Gangguan pencernaan
Terlalu banyak minum kopi juga dapat memicu gangguan pencernaan, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Kandungan kafein pada kopi dapat merangsang produksi asam lambung. Akibatnya, sebagian orang dapat mengalami keluhan seperti perut terasa perih, mual hingga gejala refluks asam atau GERD.
Keluhan tersebut bisa semakin terasa jika kopi dikonsumsi dalam jumlah banyak atau pada kondisi tertentu, misalnya ketika perut kosong.
Jika setelah minum kopi Anda sering mengalami perut tidak nyaman, mual atau gejala asam lambung naik, sebaiknya perhatikan kembali jumlah dan frekuensi konsumsi kopi.
3. Meningkatkan risiko kanker
Selain kafein, kopi instan juga dapat mengandung akrilamida. Senyawa ini terbentuk secara alami selama proses pemanggangan biji kopi.
Akrilamida juga dapat ditemukan pada berbagai makanan yang melalui proses pemanasan dengan suhu tinggi. Senyawa tersebut menjadi perhatian karena sejumlah penelitian menunjukkan adanya potensi dampak terhadap kesehatan.
Saat dikonsumsi, akrilamida dapat diubah oleh tubuh menjadi senyawa bernama glycidamide. Senyawa tersebut diketahui dapat menyebabkan mutasi dan kerusakan DNA pada paparan tertentu sehingga dikaitkan dengan risiko kanker.
Baca juga: Minum kopi setiap hari apakah aman? Ini batas kafein yang disarankan
Akrilamida juga dikaitkan dengan risiko gangguan pada sistem saraf jika tubuh terpapar dalam jumlah tertentu.
Meski demikian, bukan berarti mengonsumsi kopi instan secara otomatis akan menyebabkan kanker.
Studi yang diterbitkan European Food Safety Authority (EFSA) pada 2015 menunjukkan jumlah akrilamida yang berasal dari kopi instan tidak cukup kuat untuk menyimpulkan adanya risiko kanker pada tingkat konsumsi tersebut.
Meski begitu, membatasi konsumsi kopi instan tetap dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi paparan akrilamida sekaligus menjaga pola konsumsi makanan dan minuman tetap seimbang.
4. Meningkatkan risiko obesitas
Bahaya kopi instan berikutnya berkaitan dengan kandungan gula dan kalori yang terdapat di dalamnya.
Gula mengandung sekitar 4 kilokalori (kkal) per gram. Jika satu sachet kopi mengandung 13 gram gula, maka terdapat sekitar 52 kkal yang berasal dari gula saja.
Jumlah tersebut mungkin terlihat kecil jika hanya dikonsumsi sesekali. Namun, asupan kalori dapat terus bertambah apabila kopi sachet diminum berkali-kali dalam sehari.
Belum lagi kalori yang berasal dari makanan dan minuman lain yang dikonsumsi sepanjang hari.
Jika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan energi yang digunakan untuk beraktivitas, berat badan dapat meningkat. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih hingga obesitas.
Karena itu, kebiasaan minum kopi sachet perlu diperhatikan, terutama jika produk yang dikonsumsi memiliki kandungan gula dan krimer cukup tinggi.
Baca juga: Mont Blanc coffee: Apa itu, rasa, dan cara menikmatinya?
5. Efek pada jantung dan sistem saraf
Kombinasi kafein dan berbagai senyawa bioaktif dalam kopi dapat memengaruhi jantung dan sistem saraf.
Pada individu yang sensitif terhadap kafein, konsumsi kopi dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan detak jantung dan menimbulkan rasa gelisah.
Respons setiap orang terhadap kafein memang berbeda. Sebagian orang mungkin dapat minum kopi tanpa merasakan efek yang berarti, sementara orang lainnya lebih sensitif dan dapat mengalami jantung berdebar atau rasa tidak nyaman setelah mengonsumsinya.
Kopi instan juga umumnya mengandung lebih sedikit cafestol dan kahweol dibandingkan kopi seduh. Kedua senyawa tersebut diketahui memiliki potensi efek perlindungan terhadap kesehatan jantung.
Dengan demikian, manfaat perlindungan kardiovaskular dari kopi instan bisa sedikit lebih rendah dibandingkan jenis kopi tertentu. Namun, efek kopi terhadap kesehatan tetap dipengaruhi oleh jenis kopi, cara pengolahan, jumlah konsumsi dan kondisi kesehatan setiap orang.
6. Gangguan tidur dan kecemasan
Kopi instan yang dikonsumsi pada sore atau malam hari dapat mengganggu kualitas tidur.
Penyebabnya adalah kafein yang memiliki efek stimulan sehingga membuat tubuh tetap terjaga. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kopi dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk atau membuat tidur menjadi kurang berkualitas.
Gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk konsentrasi, produktivitas dan kesehatan mental.
Selain itu, efek stimulan kafein juga dapat memperburuk rasa gelisah atau gejala kecemasan pada sebagian orang.
Karena itu, jika Anda termasuk orang yang sensitif terhadap kafein atau mudah mengalami gangguan tidur, sebaiknya memperhatikan waktu minum kopi dan tidak mengonsumsinya terlalu dekat dengan jam tidur.
Baca juga: Kopi sebelum olahraga, apa benar bisa bikin performa lebih optimal?
Kandungan nutrisi terbatas
Meski memiliki sejumlah risiko jika dikonsumsi berlebihan, kopi instan bukan berarti tidak memiliki kandungan yang bermanfaat.
Seperti kopi pada umumnya, kopi instan tetap mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan proses pengolahan kopi instan dapat meningkatkan kadar antioksidan tertentu.
Namun, dari sisi nutrisi, satu cangkir kopi instan umumnya hanya mengandung sekitar 7 kalori serta sedikit kalium, magnesium dan vitamin B3 atau niasin.
Artinya, kontribusi kopi instan terhadap kebutuhan nutrisi harian relatif kecil. Terlebih jika kopi yang dikonsumsi merupakan kopi sachet dengan tambahan gula dan krimer, kandungan kalorinya tentu dapat menjadi lebih tinggi.
Jadi, apakah kopi sachet harus dihindari?
Kopi sachet tidak harus sepenuhnya dihindari. Namun, konsumsi tetap perlu diperhatikan, terutama dari jumlah, frekuensi, kandungan gula dan total kafein yang masuk ke tubuh setiap hari.
Jika Anda terbiasa minum kopi sachet beberapa kali sehari, coba periksa kembali kandungan gula dan kafeinnya pada label kemasan. Jangan lupa menghitung pula kafein dari teh, cokelat atau minuman lain yang dikonsumsi.
Pada akhirnya, kopi dapat tetap menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari selama dikonsumsi secara wajar. Yang perlu dihindari adalah kebiasaan mengonsumsi kopi sachet secara berlebihan tanpa memperhatikan kandungan gula, kafein dan bahan tambahan lainnya, demikian mengutip BPOM dan sumber-sumber lain.
Baca juga: Apa Itu dirty latte? Kopi susu dingin dengan espresso di atas
Baca juga: Cara membuat Mont Blanc coffee di rumah, lengkap dengan resep
Namun, terlalu sering atau terlalu banyak mengonsumsi kopi sachet ternyata juga perlu diperhatikan. Selain mengandung kafein, kopi instan atau kopi sachet umumnya memiliki bahan tambahan seperti gula dan krimer yang dapat memberikan dampak terhadap kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Kopi instan sendiri dibuat dengan memanggang biji kopi, kemudian menghancurkannya menjadi bubuk. Bubuk kopi tersebut selanjutnya diseduh dan dikeringkan kembali hingga menghasilkan bubuk kristal kopi.
Dalam proses pembuatannya, sejumlah bahan tambahan juga dapat diberikan untuk memperkaya rasa, seperti pemanis dan krimer. Pada beberapa produk, kandungan kopi murninya relatif lebih sedikit sehingga rasa kopi juga dapat berasal dari tambahan perisa.
Lantas, apa saja bahaya yang dapat mengintai jika Anda terlalu sering minum kopi sachet?
Baca juga: Konsumsi kopi dapat bantu jaga kesehatan jantung
1. Rentan terkena diabetes
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari kopi sachet adalah kandungan gula tambahannya.
Beberapa produk kopi instan dapat mengandung gula tambahan cukup tinggi. Dalam satu bungkus kopi instan, misalnya, kandungan gula bisa mencapai sekitar 13 gram.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan batas konsumsi gula harian maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari.
Artinya, satu sajian kopi instan dengan kandungan 13 gram gula sudah menyumbang lebih dari seperempat batas konsumsi gula harian.
Masalahnya, asupan gula sehari-hari tidak hanya berasal dari kopi. Makanan, minuman manis, camilan dan produk lainnya juga dapat menyumbang gula.
Jika konsumsi gula terlalu tinggi dan berlangsung dalam jangka panjang, risiko mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas dapat meningkat. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu faktor risiko diabetes tipe 2.
Karena itu, jika Anda terbiasa minum kopi sachet setiap hari, penting untuk memperhatikan kandungan gula pada kemasan dan menghitung total asupan gula dari makanan serta minuman lainnya.
Baca juga: Minum kopi sebelum atau sesudah makan? Ini waktu terbaik
2. Gangguan pencernaan
Terlalu banyak minum kopi juga dapat memicu gangguan pencernaan, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Kandungan kafein pada kopi dapat merangsang produksi asam lambung. Akibatnya, sebagian orang dapat mengalami keluhan seperti perut terasa perih, mual hingga gejala refluks asam atau GERD.
Keluhan tersebut bisa semakin terasa jika kopi dikonsumsi dalam jumlah banyak atau pada kondisi tertentu, misalnya ketika perut kosong.
Jika setelah minum kopi Anda sering mengalami perut tidak nyaman, mual atau gejala asam lambung naik, sebaiknya perhatikan kembali jumlah dan frekuensi konsumsi kopi.
3. Meningkatkan risiko kanker
Selain kafein, kopi instan juga dapat mengandung akrilamida. Senyawa ini terbentuk secara alami selama proses pemanggangan biji kopi.
Akrilamida juga dapat ditemukan pada berbagai makanan yang melalui proses pemanasan dengan suhu tinggi. Senyawa tersebut menjadi perhatian karena sejumlah penelitian menunjukkan adanya potensi dampak terhadap kesehatan.
Saat dikonsumsi, akrilamida dapat diubah oleh tubuh menjadi senyawa bernama glycidamide. Senyawa tersebut diketahui dapat menyebabkan mutasi dan kerusakan DNA pada paparan tertentu sehingga dikaitkan dengan risiko kanker.
Baca juga: Minum kopi setiap hari apakah aman? Ini batas kafein yang disarankan
Akrilamida juga dikaitkan dengan risiko gangguan pada sistem saraf jika tubuh terpapar dalam jumlah tertentu.
Meski demikian, bukan berarti mengonsumsi kopi instan secara otomatis akan menyebabkan kanker.
Studi yang diterbitkan European Food Safety Authority (EFSA) pada 2015 menunjukkan jumlah akrilamida yang berasal dari kopi instan tidak cukup kuat untuk menyimpulkan adanya risiko kanker pada tingkat konsumsi tersebut.
Meski begitu, membatasi konsumsi kopi instan tetap dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi paparan akrilamida sekaligus menjaga pola konsumsi makanan dan minuman tetap seimbang.
4. Meningkatkan risiko obesitas
Bahaya kopi instan berikutnya berkaitan dengan kandungan gula dan kalori yang terdapat di dalamnya.
Gula mengandung sekitar 4 kilokalori (kkal) per gram. Jika satu sachet kopi mengandung 13 gram gula, maka terdapat sekitar 52 kkal yang berasal dari gula saja.
Jumlah tersebut mungkin terlihat kecil jika hanya dikonsumsi sesekali. Namun, asupan kalori dapat terus bertambah apabila kopi sachet diminum berkali-kali dalam sehari.
Belum lagi kalori yang berasal dari makanan dan minuman lain yang dikonsumsi sepanjang hari.
Jika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan energi yang digunakan untuk beraktivitas, berat badan dapat meningkat. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih hingga obesitas.
Karena itu, kebiasaan minum kopi sachet perlu diperhatikan, terutama jika produk yang dikonsumsi memiliki kandungan gula dan krimer cukup tinggi.
Baca juga: Mont Blanc coffee: Apa itu, rasa, dan cara menikmatinya?
5. Efek pada jantung dan sistem saraf
Kombinasi kafein dan berbagai senyawa bioaktif dalam kopi dapat memengaruhi jantung dan sistem saraf.
Pada individu yang sensitif terhadap kafein, konsumsi kopi dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan detak jantung dan menimbulkan rasa gelisah.
Respons setiap orang terhadap kafein memang berbeda. Sebagian orang mungkin dapat minum kopi tanpa merasakan efek yang berarti, sementara orang lainnya lebih sensitif dan dapat mengalami jantung berdebar atau rasa tidak nyaman setelah mengonsumsinya.
Kopi instan juga umumnya mengandung lebih sedikit cafestol dan kahweol dibandingkan kopi seduh. Kedua senyawa tersebut diketahui memiliki potensi efek perlindungan terhadap kesehatan jantung.
Dengan demikian, manfaat perlindungan kardiovaskular dari kopi instan bisa sedikit lebih rendah dibandingkan jenis kopi tertentu. Namun, efek kopi terhadap kesehatan tetap dipengaruhi oleh jenis kopi, cara pengolahan, jumlah konsumsi dan kondisi kesehatan setiap orang.
6. Gangguan tidur dan kecemasan
Kopi instan yang dikonsumsi pada sore atau malam hari dapat mengganggu kualitas tidur.
Penyebabnya adalah kafein yang memiliki efek stimulan sehingga membuat tubuh tetap terjaga. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kopi dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk atau membuat tidur menjadi kurang berkualitas.
Gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk konsentrasi, produktivitas dan kesehatan mental.
Selain itu, efek stimulan kafein juga dapat memperburuk rasa gelisah atau gejala kecemasan pada sebagian orang.
Karena itu, jika Anda termasuk orang yang sensitif terhadap kafein atau mudah mengalami gangguan tidur, sebaiknya memperhatikan waktu minum kopi dan tidak mengonsumsinya terlalu dekat dengan jam tidur.
Baca juga: Kopi sebelum olahraga, apa benar bisa bikin performa lebih optimal?
Kandungan nutrisi terbatas
Meski memiliki sejumlah risiko jika dikonsumsi berlebihan, kopi instan bukan berarti tidak memiliki kandungan yang bermanfaat.
Seperti kopi pada umumnya, kopi instan tetap mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan proses pengolahan kopi instan dapat meningkatkan kadar antioksidan tertentu.
Namun, dari sisi nutrisi, satu cangkir kopi instan umumnya hanya mengandung sekitar 7 kalori serta sedikit kalium, magnesium dan vitamin B3 atau niasin.
Artinya, kontribusi kopi instan terhadap kebutuhan nutrisi harian relatif kecil. Terlebih jika kopi yang dikonsumsi merupakan kopi sachet dengan tambahan gula dan krimer, kandungan kalorinya tentu dapat menjadi lebih tinggi.
Jadi, apakah kopi sachet harus dihindari?
Kopi sachet tidak harus sepenuhnya dihindari. Namun, konsumsi tetap perlu diperhatikan, terutama dari jumlah, frekuensi, kandungan gula dan total kafein yang masuk ke tubuh setiap hari.
Jika Anda terbiasa minum kopi sachet beberapa kali sehari, coba periksa kembali kandungan gula dan kafeinnya pada label kemasan. Jangan lupa menghitung pula kafein dari teh, cokelat atau minuman lain yang dikonsumsi.
Pada akhirnya, kopi dapat tetap menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari selama dikonsumsi secara wajar. Yang perlu dihindari adalah kebiasaan mengonsumsi kopi sachet secara berlebihan tanpa memperhatikan kandungan gula, kafein dan bahan tambahan lainnya, demikian mengutip BPOM dan sumber-sumber lain.
Baca juga: Apa Itu dirty latte? Kopi susu dingin dengan espresso di atas
Baca juga: Cara membuat Mont Blanc coffee di rumah, lengkap dengan resep






Komentar (0)