Purwokerto, Jateng (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Banyumas, Jateng, terus mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital daerah seiring meningkatnya transaksi dan jumlah merchant hingga Juni 2026.
"Perluasan QRIS dilakukan melalui edukasi dan aktivasi langsung kepada berbagai segmen masyarakat untuk membiasakan pembayaran digital dalam transaksi sehari-hari," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Aswin Gantina di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan berdasarkan data KPwBI Purwokerto, kinerja QRIS di Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, hingga Juni 2026 menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Secara kumulatif, kata dia, volume transaksi Januari-Juni 2026 mencapai 112.571.254 transaksi dengan nominal sebesar Rp8,577 triliun.
"Pada Juni 2026, transaksi QRIS tercatat sebanyak 26,43 juta transaksi dengan nominal Rp1,74 triliun," katanya.
Menurut dia, volume transaksi tersebut tumbuh 278,06 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan nominal transaksi meningkat 181,72 persen yoy.
Sejalan dengan pertumbuhan transaksi, kata dia, jumlah merchant QRIS di Banyumas Raya hingga Juni 2026 mencapai 627.115 merchant.
"Capaian tersebut menunjukkan penggunaan sistem pembayaran digital semakin meluas dan mulai menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.
Ia mengatakan perluasan QRIS dilakukan dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lansia, komunitas wanita perbankan, santri pesantren, pramuka, hingga peserta pasar murah.
Menurut dia, kegiatan perluasan juga dilakukan melalui program QRIS Ramadan serta berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
"Salah satunya kegiatan Purwokerto QRIS Run 2026 yang diikuti lebih dari 6.000 pelari dan mencatat Rekor MURI," katanya.
Menurut dia, edukasi dan aktivasi secara langsung diperlukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai manfaat pembayaran digital.
Ia mengatakan langkah tersebut sekaligus mendorong masyarakat semakin terbiasa menggunakan QRIS dalam berbagai transaksi sehari-hari.
"QRIS sebagai kanal pembayaran digital yang mudah, aman, dan inklusif terus kami perluas melalui edukasi dan aktivasi kepada berbagai segmen masyarakat," katanya.
Ia mengatakan pertumbuhan transaksi dan merchant tersebut memperlihatkan semakin berkembangnya ekosistem pembayaran digital di Banyumas Raya.
Menurut dia, QRIS tidak hanya digunakan dalam transaksi perdagangan, juga diperkenalkan melalui berbagai kegiatan komunitas dan aktivitas masyarakat.
Oleh karena itu, kata dia, Bank Indonesia melalui KPwBI Purwokerto terus mendorong perluasan akseptasi QRIS dengan melibatkan berbagai kelompok dan pemangku kepentingan.
Ia mengatakan upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat inklusi pembayaran digital sekaligus mendukung transformasi ekonomi daerah.
"Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan sistem pembayaran digital secara lebih mudah dan aman, sehingga perkembangan ekosistem digital turut memberikan dukungan terhadap aktivitas perekonomian di Banyumas Raya," kata Aswin.
Baca juga: BI Purwokerto dorong diversifikasi pasar atasi anjloknya harga telur
Baca juga: BI: Kinerja ekonomi Banyumas Raya tumbuh signifikan
Baca juga: BI Purwokerto luncurkan Terminal Bus Bulupitu SIAP QRIS
"Perluasan QRIS dilakukan melalui edukasi dan aktivasi langsung kepada berbagai segmen masyarakat untuk membiasakan pembayaran digital dalam transaksi sehari-hari," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Aswin Gantina di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan berdasarkan data KPwBI Purwokerto, kinerja QRIS di Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, hingga Juni 2026 menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Secara kumulatif, kata dia, volume transaksi Januari-Juni 2026 mencapai 112.571.254 transaksi dengan nominal sebesar Rp8,577 triliun.
"Pada Juni 2026, transaksi QRIS tercatat sebanyak 26,43 juta transaksi dengan nominal Rp1,74 triliun," katanya.
Menurut dia, volume transaksi tersebut tumbuh 278,06 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan nominal transaksi meningkat 181,72 persen yoy.
Sejalan dengan pertumbuhan transaksi, kata dia, jumlah merchant QRIS di Banyumas Raya hingga Juni 2026 mencapai 627.115 merchant.
"Capaian tersebut menunjukkan penggunaan sistem pembayaran digital semakin meluas dan mulai menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.
Ia mengatakan perluasan QRIS dilakukan dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lansia, komunitas wanita perbankan, santri pesantren, pramuka, hingga peserta pasar murah.
Menurut dia, kegiatan perluasan juga dilakukan melalui program QRIS Ramadan serta berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
"Salah satunya kegiatan Purwokerto QRIS Run 2026 yang diikuti lebih dari 6.000 pelari dan mencatat Rekor MURI," katanya.
Menurut dia, edukasi dan aktivasi secara langsung diperlukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai manfaat pembayaran digital.
Ia mengatakan langkah tersebut sekaligus mendorong masyarakat semakin terbiasa menggunakan QRIS dalam berbagai transaksi sehari-hari.
"QRIS sebagai kanal pembayaran digital yang mudah, aman, dan inklusif terus kami perluas melalui edukasi dan aktivasi kepada berbagai segmen masyarakat," katanya.
Ia mengatakan pertumbuhan transaksi dan merchant tersebut memperlihatkan semakin berkembangnya ekosistem pembayaran digital di Banyumas Raya.
Menurut dia, QRIS tidak hanya digunakan dalam transaksi perdagangan, juga diperkenalkan melalui berbagai kegiatan komunitas dan aktivitas masyarakat.
Oleh karena itu, kata dia, Bank Indonesia melalui KPwBI Purwokerto terus mendorong perluasan akseptasi QRIS dengan melibatkan berbagai kelompok dan pemangku kepentingan.
Ia mengatakan upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat inklusi pembayaran digital sekaligus mendukung transformasi ekonomi daerah.
"Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan sistem pembayaran digital secara lebih mudah dan aman, sehingga perkembangan ekosistem digital turut memberikan dukungan terhadap aktivitas perekonomian di Banyumas Raya," kata Aswin.
Baca juga: BI Purwokerto dorong diversifikasi pasar atasi anjloknya harga telur
Baca juga: BI: Kinerja ekonomi Banyumas Raya tumbuh signifikan
Baca juga: BI Purwokerto luncurkan Terminal Bus Bulupitu SIAP QRIS






Komentar (0)