jpnn.com, JAKARTA - Ide bisnis tidak cukup berhenti di atas kertas. Melalui kegiatan Market Day, siswa SMA DK atau Dharma Karya UT mendapat kesempatan membawa gagasan usaha dari tahap business plan hingga berhadapan langsung dengan konsumen.
Berlatar belakang hal itu, Program Studi S1 Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Terbuka (UT) berkolaborasi dengan SMA DK UT menyelenggarakan Market Day pada Jumat (14/8), di lapangan SMA Dharma Karya UT.
BACA JUGA: KSPSI-UT Teken MoU, Permudah Pekerja Berkuliah & Raih Gelar Sarjana
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Jumat Memikat sekaligus implementasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi S1 Kewirausahaan UT.
Program PkM tersebut mengusung tema “Pendampingan Kewirausahaan Siswa SMA Dharma Karya untuk Mendorong Kemandirian dan Keberlanjutan Usaha melalui Business Plan dan Produk.”
BACA JUGA: UT Umumkan Juara MTQ Disporseni Nasional 2026, Palu Borong Gelar Tilawah
"Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kewirausahaan, tetapi juga pengalaman nyata dalam merancang, menjalankan, dan mengevaluasi sebuah usaha," kata Ketua Tim PkM, Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si.
Dia menjelaskan bahwa proses pendampingan dirancang agar siswa memperoleh pemahaman kewirausahaan secara menyeluruh.
BACA JUGA: Dukung Digitalisasi Desa, Universitas Terbuka Luncurkan Aplikasi Posyandu SI MAMY
Siswa diajak melihat bahwa sebuah usaha perlu dibangun melalui proses yang terencana, mulai dari mengenali peluang, memahami kebutuhan konsumen, menyusun business plan, mengembangkan produk, menentukan strategi pemasaran, hingga mengelola aspek keuangan.
Sebelum Market Day dilaksanakan, tim Prodi S1 Kewirausahaan UT telah memberikan serangkaian pelatihan dan pendampingan kepada siswa.
Pembekalan tersebut menjadi fondasi bagi para peserta untuk mengubah ide bisnis menjadi produk yang memiliki nilai jual dan dapat diuji secara langsung kepada pasar.
Market Day kemudian menjadi tahap implementasi dari proses tersebut.
Dengan pendekatan learning by doing, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengalami secara langsung dinamika menjalankan usaha.
"Mereka belajar menawarkan produk, mempromosikan dagangan, melayani konsumen, melakukan transaksi, mencatat hasil penjualan, serta mengamati respons pasar terhadap produk yang dikembangkan," ungkapnya.
Sebanyak enam kelompok siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Setiap kelompok menempati satu stan yang dilengkapi tenda, meja, dan kursi yang difasilitasi oleh SMA DK UT.
"Selain menyiapkan produk, siswa juga ditantang untuk menunjukkan kreativitas dalam menata dan mendekorasi stan agar mampu menarik perhatian konsumen sekaligus membangun identitas produk," tuturnya.
Kepala SMA Dharma Karya UT, Nur Beti, S.Pd., M.M., menyebutkan, kolaborasi dengan Prodi S1 Kewirausahaan UT ini memberikan ruang belajar yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman kewirausahaan secara kontekstual, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui praktik langsung.
"Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi siswa, dalam menghadapi berbagai persoalan nyata dalam menjalankan usaha," katanya.
Dalam pelaksanaan Market Day, setiap kelompok didampingi oleh seorang pendamping.
Sebanyak enam pendamping memberikan arahan sekaligus mengamati bagaimana siswa mengimplementasikan pengetahuan kewirausahaan, mulai dari pembagian tugas dalam tim, pengelolaan produk, promosi, pelayanan konsumen, transaksi, hingga evaluasi hasil penjualan.
Market Day tidak semata-mata berorientasi pada seberapa besar omzet yang berhasil diperoleh.
Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yaitu keuangan, pemasaran, dan kreativitas.
Pada aspek keuangan, siswa dinilai berdasarkan kemampuan mengelola modal, melakukan pencatatan transaksi, serta menghitung hasil penjualan.
Pada aspek pemasaran, penilaian mencakup strategi promosi, pelayanan kepada konsumen, serta kemampuan menawarkan dan menjelaskan produk.
Sementara itu, aspek kreativitas mencakup inovasi produk, konsep usaha, serta kreativitas dalam penataan dan dekorasi stan.
Melalui proses tersebut, Market Day menjadi laboratorium kewirausahaan bagi siswa.
Pengalaman berinteraksi secara langsung dengan konsumen juga memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh umpan balik terhadap produk yang mereka tawarkan.
Respons pasar tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karena siswa dapat mengetahui kelebihan maupun hal-hal yang masih perlu diperbaiki dari produk serta strategi bisnis mereka.
Kegiatan ini turut memiliki relevansi dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan keterampilan kewirausahaan berbasis pengalaman, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui upaya menumbuhkan kreativitas, inovasi, jiwa kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi sejak usia sekolah.
Pelaksanaan PkM ini diketuai oleh Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si., dengan melibatkan tim Prodi S1 Kewirausahaan FEB UT yang terdiri atas Sabna Ainazah Fatikhah, M.M., Muhammad Adam Sudaryanto, M.B.A., Muhammad Karisma Alam, M.B.A., dan Dr. Maya Maria.
Tim terlibat dalam rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan kewirausahaan, pendampingan penyusunan business plan, pengembangan produk, hingga pelaksanaan Market Day.
Sementara itu, dari pihak sekolah, Kepala SMA DK UT, Nur Beti, S.Pd., M.M., bersama jajaran sekolah mendukung penyelenggaraan kegiatan dan proses pembelajaran kewirausahaan siswa. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... QS Stars Rilis Daftar Universitas Terbaik di Indonesia
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad





Komentar (0)