Seorang mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Koesbiyno Tjondrowibowo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (12/8) sekitar pukul 16.20 WIB. Korban bernama Rivaldo A (18), warga Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.
Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat Street itu tewas di tempat kejadian perkara (TKP) akibat cedera kepala berat.
Kasubnit 1 Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita Candra, mengatakan kecelakaan bermula Rivaldo berboncengan dengan seorang temannya, Aurora (18), melaju dari arah utara menuju selatan.
Saat di lokasi kejadian, pengendara diduga kurang berkonsentrasi hingga hilang kendali.
"Semula sepeda motor Honda Beat berjalan dari arah utara ke selatan. Diduga pengendara kurang berkonsentrasi saat berkendara sehingga kendaraan oleng ke kiri dan menabrak pohon di pinggir jalan," kata Novita saat dikonfirmasi, Jumat (14/8).
Setelah menabrak pohon, kendaraan tersebut kemudian oleng ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan dan terjatuh.
Pada saat yang bersamaan, melaju sepeda motor Honda Supra warna merah hitam yang dikendarai oleh Syaidul R (25), warga Susukan, Kabupaten Semarang, dari arah berlawanan. Kecelakaan pun tak terhindarkan.
Akibatnya, Rivaldo mengalami luka berat pada bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Mengalami cidera kepala meninggal dunia di TKP (lalu) dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr. Kariadi Kota Semarang," ucapnya.
Sementara, Aurora mengalami luka fraktur patah tulang pada kaki kiri.
"Dirawat di RS Cepoko Kota Semarang, kemudian pindah ke RS Karima Utama Kabupaten Sukoharjo," ujarnya.
Adapun pengendara Honda Supra, Syaidul R, dilaporkan selamat dari insiden tersebut.
Sementara itu, beredar di sosial media bahwa penyebab kecelakaan tersebut akibat korban kelelahan seusai mengikuti ospek kampus.
Namun, pihak kampus belum bisa menjelaskan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.
"Hubungan sebab akibat antara PKKMB, ngantuk, jalanan ramai, dan kecelakaan tidak bisa saya konfirmasi atau bantah karena mata rantainya terlalu panjang," kata Kepala Humas Unnes, Rahmat Petuguran.






Komentar (0)