Mojokerto (beritajatim.com) – Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tak sekadar soal berdiri tegap dan memikat mata di lapangan upacara. Lebih dari itu, deretan pelajar pilihan ini memikul tanggung jawab moral yang jauh lebih besar di tengah masyarakat.
Langkah awal tersebut resmi dimulai saat Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, mengukuhkan 80 anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 di Pendopo Graha Maja Tama (GMT). Puluhan siswa-siswi terbaik yang berasal dari jenjang SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta se-Kabupaten Mojokerto ini bakal bertugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Keberhasilan mereka menembus skuad utama tidak didapat secara instan. Seluruh anggota harus melalui serangkaian seleksi ketat serta pemusatan pendidikan dan pelatihan fisik maupun mental yang menguras energi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Saya menyampaikan selamat kepada 80 calon anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 yang telah mengikuti seluruh proses seleksi dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka,” ujar Gus Barra, Jumat (14/8/2026).
Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menegaskan, peran mulia para Paskibraka tidak boleh pudar begitu saja saat bendera Merah Putih selesai dikibarkan. Penggemblengan intensif yang diterima selama masa karantina dirancang untuk menanamkan kedisiplinan, ketahanan mental, serta kerja sama tim yang solid.
Prinsip dan nilai kepemimpinan tersebut diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun interaksi dengan warga sekitar.
“Kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama harus tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di lingkungan keluarga, maupun di masyarakat,” tegasnya.
Pemkab Mojokerto memandang peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda seremoni tahunan belakangan ini. Pengukuhan Paskibraka menjadi sarana investasi jangka panjang untuk membentuk mentalitas generasi muda yang bakal memegang tampuk pembangunan daerah.
Gus Barra berharap jajaran Paskibraka mampu tampil sebagai panutan bagi remaja sebaya lainnya di Kabupaten Mojokerto.
“Momentum menjadi Paskibraka ini harus menjadi pengalaman berharga untuk membangun karakter dan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya,” tutur sosok nomor satu di Kabupaten Mojokerto tersebut.
Usai memimpin prosesi pengukuhan, Gus Barra melanjutkan agenda dengan menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Mojokerto. Di lokasi tersebut, ia bersama jajaran Forkopimda menyaksikan secara langsung penayangan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka peringatan HUT ke-81 RI. [tin/ian]





Komentar (0)