Murid Sekolah Rakyat dari Pangkep Diperkenalkan Prabowo di Sidang Tahunan MPR, Juara Karate Tingkat Kabupaten

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Nama Citra Nur Ramadhani mencuri perhatian dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD 2026, Jumat (14/8).

Citra merupakan siswa Sekolah Rakyat asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Kisah perjuangannya menempuh pendidikan menjadi salah satu contoh yang disampaikan Prabowo untuk menggambarkan dampak program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Di hadapan para anggota MPR, DPR, DPD, serta tamu undangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Prabowo memperkenalkan Citra sebagai salah satu siswa yang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program tersebut.

Kisah Citra tidak lepas dari kondisi keluarganya. Saat duduk di kelas IV SD, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang.

Ayah Citra telah meninggal dunia. Sementara ibunya merupakan penyandang disabilitas. Kondisi tersebut membuat Citra harus ikut berjuang membantu perekonomian keluarganya.

Namun, kehadiran Sekolah Rakyat memberikan Citra kesempatan untuk tetap bersekolah tanpa harus meninggalkan keluarganya menghadapi kesulitan seorang diri.

“Citra berhasil juara karate tingkat kabupaten,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi keluarga tidak harus menjadi penghalang bagi seorang anak untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.

Prabowo bahkan sempat melontarkan candaan kepada Citra yang hadir dalam agenda tersebut. Presiden meminta Citra tetap fokus menuntut ilmu sekaligus mengembangkan kemampuannya di bidang karate.

“Citra umurmu berapa? 10 tahun? Ya, 10 tahun lagi lah kamu boleh pacaran,” ujar Prabowo yang disambut riuh hadirin.

Prabowo kemudian melanjutkan candanya agar Citra menunda berpacaran sampai berhasil meraih sabuk hitam karate.

“Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu, jadi enggak berani nanti main-main sama kamu,” ucapnya.

Di balik momen tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama bagi anak-anak yang berasal dari keluarga paling tidak mampu.

Program tersebut, kata dia, diarahkan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Negara dinilai harus hadir agar kondisi ekonomi orang tua tidak membuat anak-anak mereka mewarisi kemiskinan.

“Kalau orang tua mereka mengalami nasib kurang baik, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai Pasal 34 Undang-Undang Dasar negara kita, negara harus intervensi,” ungkap Prabowo.

Sekolah Rakyat dilengkapi fasilitas pendidikan dan asrama. Pemerintah juga memastikan kebutuhan makanan para siswa terpenuhi dengan asupan bergizi.

Hingga saat ini, sebanyak 182 Sekolah Rakyat, baik rintisan maupun permanen, telah berjalan. Ke depan, Prabowo menargetkan setiap kabupaten memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat.

Selain Citra, Prabowo menyebut sejumlah siswa Sekolah Rakyat lainnya yang berhasil menorehkan prestasi. Tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar, misalnya, berhasil memenangkan olimpiade tingkat nasional.

Ada pula Ismi Ulfaidah, siswa Sekolah Rakyat di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional.

Menurut Prabowo, berbagai prestasi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga paling tidak mampu memiliki kemampuan untuk bersaing dan mencapai prestasi tinggi apabila mendapatkan fasilitas serta bimbingan yang memadai.

“Capaian ini buktikan pelajar dari keluarga yang paling tak mampu jika diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi,” tegasnya.

Kisah Citra pun menjadi bagian penting dari pesan Prabowo dalam pidato kenegaraan tersebut. Pemerintah ingin memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi alasan bagi anak-anak Indonesia untuk kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus berupaya menghadirkan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Kami di sini untuk kamu semua. Kami semua di sini untuk memastikan bahwa kamu punya masa depan, kamu punya kesempatan yang baik. Tidak ada satu anak Indonesia pun yang kita tinggalkan,” pungkas Prabowo.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mendes Yandri Laporkan 73 Akun Medsos ke Polisi atas Dugaan Penyebaran Video Hoaks
• 23 jam lalu
0
thumb
Diskominfo Tangsel Gandeng FSPP Perkuat Literasi AI di Pesantren
• 2 jam lalu
0
thumb
Polres Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,9 Kg Sabu, 4 Kurir Dibekuk
• 19 jam lalu
0
thumb
Sempat Dikosongkan 20 Tahun, Israel Huni Lagi Permukiman Ganim di Tepi Barat
• 23 jam lalu
0
thumb
Pengelola E-Commerce RI Ekspansi ke Thailand, Kenaikan Omzet hingga 20%
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.