Bukan Sekadar Penghasil, Prabowo Ingin Indonesia Ikut Tentukan Harga Komoditas Dunia

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil berbagai komoditas penting dunia. Ia ingin Indonesia tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga memiliki peran dalam menentukan harga komoditas yang selama ini banyak diperdagangkan di pasar luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, Prabowo membahas kelanjutan kebijakan ekspor satu pintu sekaligus rencana pemerintah membentuk bursa mineral dan komoditas strategis.

Baca Juga :
Prabowo Ungkap Alasan Undang Dokter Asing Praktek di Indonesia
6 Negara yang Punya Giant Sea Wall, Presiden Prabowo Bertekad Bakal Bangun Juga di Indonesia!

Prabowo menyebut, Indonesia selama puluhan tahun menjadi salah satu produsen besar berbagai komoditas penting dunia. Kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet menjadi beberapa komoditas yang disebutnya.

Namun, ia menilai terdapat persoalan ketika komoditas yang berasal dari sumber daya Indonesia justru memiliki harga yang ditentukan di luar negeri. “Mereka yang tidak punya komoditas ini, masa mereka menentukan berapa harga komoditas itu? Ini tidak masuk akal. Saya tidak mengerti di mana diajarkan ilmu ekonomi semacam ini. Kitanya punya barang, orang lain menentukan harganya,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut perlu diubah. Indonesia dinilai perlu memiliki instrumen perdagangan sendiri agar posisi sebagai produsen juga diikuti dengan kemampuan membangun acuan harga.

Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Disiapkan

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah berencana mengoperasionalkan bursa mineral dan komoditas strategis di Indonesia. Bursa tersebut nantinya berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Prabowo menyampaikan pemerintah bersama DPR akan menyiapkan aturan yang diperlukan agar bursa tersebut dapat segera berjalan. Target yang dipasang pemerintah cukup spesifik. Indonesia direncanakan memiliki bursa komoditas sendiri mulai 1 Januari 2027.

“Rencana kita dengan dukungan DPR, kita rencanakan 1 Januari 2027 kita akan memiliki bursa komoditas sendiri,” ujarnya.

Pemerintah juga meminta ketentuan mengenai penyelenggaraan bursa mineral dan komoditas strategis segera dibahas DPR RI dan diterbitkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Ingin Bangun Indonesia Reference Price

Selain membangun bursa, Prabowo menyampaikan gagasan untuk menciptakan Indonesia Reference Price, yakni harga referensi Indonesia untuk komoditas-komoditas utama ekspor.

Baca Juga :
Prabowo Ingin Diaspora Bertalenta Tetap Terikat Tanah Air, Pemain Bola Jadi Salah Satu Sasaran
Prabowo Perluas Digitalisasi Sekolah, Kini Ruang Kelas Indonesia Makin Modern
Prabowo Usul LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah: Kita Hentikan APBN Dipakai Beli Barang yang Sama

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Usul Pengadilan Ad Hoc Usut Direksi BUMN Melanggar 30 Tahun Terakhir
• 9 jam lalu
0
thumb
Soal Kasus Ijazah Jokowi, Tim Dokter Tifa: Batal Demi Hukum Itu Sudah Ground, Sudah Tanah!
• 15 jam lalu
0
thumb
UU Migas Digugat ke MK, Minta Harga BBM Tak Mengekor Pasar Global
• 13 jam lalu
0
thumb
Pantun di Sidang Tahunan MPR, Muzani: Pesan untuk Rakyat, Jangan Saling Menghujat
• 10 jam lalu
0
thumb
Dusan Vlahovic Resmi Gabung Besiktas dengan Status Bebas Transfer dari Juventus
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.