JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap praktik manipulasi berbagai laporan yang disampaikan kepadanya, termasuk permainan angka dan laporan palsu dalam pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Prabowo mengatakan BUMN harus berani menyajikan data yang benar dan akurat, meskipun angka tersebut terkadang tidak sesuai dengan harapan.
“Saya juga ingatkan di sini bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit,” kata Prabowo dalam sidang tahunan, DPR/MPR RI, Jumat, 14 Agustus 2026.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi, Hemat Anggaran Negara Rp50 Triliun
Ia menuturkan pemerintah telah melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN pada 2024.
Sebagai hasilnya, pemerintah menemukan bahwa keuntungan BUMN yang sebenarnya pada tahun tersebut sebesar Rp186 triliun, dengan dividen yang disetorkan kepada negara mencapai Rp85,5 triliun.
Menurut Prabowo, setelah dilakukan berbagai perbaikan tata kelola, keuntungan BUMN pada 2025 kemudian meningkat menjadi Rp326 triliun. Angka tersebut naik 75,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka,” ungkapnya.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Sentil BUMN Kerja Seenaknya, Rencanakan Pengadilan Ad Hoc dan Penutupan 750 BUMN
Sementara itu, dividen BUMN yang disetorkan pada 2025 pada awalnya dilaporkan mencapai Rp142,3 triliun, atau meningkat 67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, Prabowo menilai bahwa perbandingan dividen juga perlu memperhitungkan penyertaan modal negara (PMN) yang juga disalurkan kepada BUMN pada tahun yang sama. Hal itu, lanjut dia, perlu dilakukan untuk mengetahui angka dividen neto yang dihasilkan BUMN.
Setelah dilakukan koreksi perhitungan, Prabowo mengatakan bahwa nilai dividen neto BUMN tercatat Rp138 triliun pada 2025, meningkat sekitar 160 persen dari Rp53 triliun setahun sebelumnya.
BACA JUGA:Prabowo Gebrak BUMN! Pertamina hingga PLN Diperintahkan Pangkas Anak-Cucu Perusahaan
Adapun pada 2026, pemerintah memproyeksikan dividen BUMN kembali meningkat hingga Rp200 triliun tanpa adanya PMN.
“Dari 2024 ke 2026 (dividen) naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun atau bisa dikatakan 4 kali lebih besar. 400 persen meningkatnya tanpa PMN,” kata Prabowo.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)