Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemberian insentif untuk 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri. Tujuannya, untuk memangkas pengunaan bahan bakar minyak (BBM), sekaligus memacu berkembangnya industri motor listrik nasional (molisnas).
“Kami akan beri insentif yang cukup besar untuk 1 juta motor listrik, yang diproduksi dalam negeri oleh perusahaan Indonesia,” kata Prabowo, dalam pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Jumat (14/8).
Dia belum memerinci insentif yang dimaksud. Namun sebelumnya, dia menyebut beberapa kemungkinan insentif untuk pembeli, seperti penurunan bunga cicilan, penghapusan uang muka kredit, hingga tukar tambah motor bensin dengan motor listrik.
Prabowo mengatakan, impor BBM menghabiskan US$28-30 miliar per tahun. Sedangkan biaya yang dikeluarkan pengguna kendaraan BBM juga tinggi.
“Kami perkirakan, mereka akan bayar 50 persen lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk motor BBM,” kata dia. “Bahkan bisa nanti turun, hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang,” ujar dia, menambahkan.
Menurut Prabowo, Indonesia hampir memiliki seluruh unsur dalam rantai pasok baterai dan kendaraan listrik. Sebab itu, mendorong industri ini lebih lanjut akan sekaligus membuka kesempatan kerja dan peningkatan penghasilan bagi masyarakat.
Saat ini, pemerintah tengah mengembangkan ekosistem molisnas. Pada Kamis (13/8), Prabowo meresmikan ekosistem molisnas di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Bekasi, Jawa Barat.
Targetnya, Indonesia memiliki ekosistem motor listrik yang lengkap mencakup industri manufaktur, komponen dan baterai, fasilitas pengisian dan penukaran baterai, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, hingga penyerapan pasar.
Pemerintah mengestimasi, pembentukan ekosistem ini dapat menciptakan sekitar 215 ribu lapangan kerja di sektor original equiment manufacturer (OEM), komponen, baterai, infrastruktur pengisian daya, hingga jasa.





Komentar (0)