Presiden Prabowo Subianto mengungkap pemerintah telah menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Penertiban tersebut disebut turut mendorong lonjakan kinerja keuangan PT Timah Tbk. (TINS).
Prabowo mengatakan penutupan tambang ilegal dilakukan pada akhir 2025. Setelah penertiban tersebut, PT Timah mencatat laba Rp2,7 triliun pada semester I-2026, atau sekitar sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Bayangkan dalam 6 bulan tahun 2026 PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 t, 9 kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan laporan keuangan PT Timah, laba periode berjalan perseroan pada semester I-2026 tercatat Rp2,71 triliun. Angka tersebut melonjak 804% dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp300 miliar.
Dari sisi pendapatan, PT Timah membukukan Rp10,42 triliun pada semester I-2026, naik 247% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,22 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mengerek laba usaha perseroan menjadi Rp3,48 triliun dari sebelumnya Rp380 miliar pada semester I-2025.
PT Timah juga mencatat EBITDA sebesar Rp3,90 triliun pada semester I-2026, meningkat 363% dibandingkan Rp840 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, laba bersih semester I-2026 telah melampaui target laba bersih perseroan untuk sepanjang 2026 yang sebesar Rp1,61 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 169% dari target tahunan.
Prabowo juga menyoroti peningkatan valuasi PT Timah setelah penertiban aktivitas tambang ilegal. Menurut dia, valuasi perusahaan meningkat sekitar 280% pada Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Karena PT Timah adalah tbk, valuasinya naik 280% di bulan Agustus 2026 dibanding Agustus 2025 kemarin,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Ada 1.074 BUMN, Target Dipangkas Jadi 300 Perusahaan di Akhir 2026
Baca Juga: Prabowo Kejar Target 30.000 KDMP hingga Akhir 2026
Selain kinerja laba dan pendapatan, posisi keuangan PT Timah turut menguat. Nilai aset perseroan pada semester I-2026 mencapai Rp16,45 triliun, meningkat 21% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp13,64 triliun.
Liabilitas tercatat Rp5,90 triliun, naik 13% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp5,23 triliun. Sementara itu, ekuitas meningkat 25% menjadi Rp10,55 triliun dari Rp8,41 triliun pada akhir 2025.
Dari sisi profitabilitas, PT Timah mencatat Operating Margin sebesar 33,24%, EBITDA Margin 37,39%, dan Net Profit Margin 26,05% pada semester I-2026.






Komentar (0)